Sejak Saya Berumur 20 Tahun, Saya Sering Marah

Foto: Elite Readers

INSPIRADATA. “Sejak saya berumur dua puluh tahun, saya sering marah menggerutu padahal saya sering merasakan kesenangan. Mungkin karena saat itu saya masih bodoh akan arti kebahagiaan yang sebenarnya. Saya tidak sadar kalau saat itu telah hidup bahagia. Tetapi kesadaran itu telah lewat waktunya, karena sekarang umur saya telah mencapai enam puluh tahun.

“Yang ada sekarang adalah kenangan yang penuh dengan penyesalan. Jika seandainya dulu saya tahu, sudah tentu saya akan merasa sangat bahagia. Dan saya tidak akan selalu marah dan menggerutu di seperempat masa muda yang gemilang itu.”

“Untukmu wahai saudaraku, akankah engkau akan hidup bahagia dengan perasaanmu, dengan kenikmatan pandanganmu, penciumanmu, dan semua panca inderamu? Terhadap mekarnya mawar di depanmu atau engkau berpura-pura bidih tidak melihatnya, dan melihat bagian lain yang kekurangan sehingga membuatmu tidak menemukan kebahagiaan darinya lalu gelisah dan marah sampai semua itu berlalu? Ketahuilah bahwa engkau pasti akan menangis dan menyesal atas kebodohanmu itu.

“Maka, syukurilah ketika engkau berada dalam masa-masa bahagia. Mulailah memahami arti bahagia dalam hidup, karena hidup sejatinya adalah memperoleh kebahagiaan. Kebahagiaan dunia dan akhirat.” []

Sumber : La Tahzan untuk Wanita/Karya: Aidh Abdullah Al Qarni/ Penerbit: Jabal

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.