Kakek yang Dirampok

Foto: HD Wallpapers

INSPIRADATA. Seorang kakek hendak pergi menunaikan ibadah haji, ia amat kesusahan ketika barang-barang dan hartanya dirampok oleh seorang yang tidak memiliki hati nurani.

Di zaman sekarang pun tidak sedikit bahkan para perampok yang membuat orang sengsara dan kesusahan. Namun apa daya jikalau nyawa kita yang melayang, lebih baik hartalah yang harus diikhlaskan. Karena sesungguhnya Allah mengatur rizki kita bahkan tanpa disadari jikalau kita ikhlas maka kenikmatan yang Allah berikan pun akan bertambah, insyaAllah.

Untung saja kakek itu hanya meikhlaskan jiwa dan raganya hanya kepada Allah sehingga ia pun di tengah perjalanan padang pasir yang amat gersang dan hampir tidak ada satupun yang terlihat orang berjalan.

Dengan jahatnya perampok itupun bahkan mengikat tangan sang kakek, kakekpun meneduh di bawah pohon sebelum mendapati bantuan untuk menuju ka’bah. Ia jalani dengan hati yang ikhlas, bahkan ia pun rela menahan laparnya hingga tiga hari.

Kakek itu senantiasa berdoa mengharap pertolongan Allah, tak lama kemudian ia melihat seekor burung yang diparuhnya ada sepotong roti. Dengan takjub ia bergumam, “Demi Allah, saya akan memperhatikan apa yang akan dikerjakan burung itu dengan sepotong rotinya itu.”

Hendak Allah mengirimkan hamba bernama Malik bin Dinar yang mengikuti burung itu, ia melihatnya menghampiri seorang kakek yang terikat. Lalu burung itu menyuapi kakek tersebut dengan roti sedikit demi sedikit.

Kemudian burung itu terbang untuk mengambil air dengan paruhnya dan menuangkannya ke mulut kakek itu.

Malik bin Dinar bertanya, “Hai orang tua, apa yang terjadi denganmu?”

Kakek itu menjawab, “Seluruh harta saya dirampas oleh perampok. Kemudian saya diikat di sini sampai lima hari saya menahan lapar. Tapi saya sabar dengan cobaan ini dan berdoa,’Ya Allah yang selalu mengabulkan doa orang yang sedang kesusahan, saya sedang kesusahan ya Allah, kasihilah saya.’ Maka Allah pun mengutus burung ini.”

Setelah itu, Malik bin Dinar membukakan ikatan kakek itu dan mereka berjalan bersama untuk pergi haji. []

Sumber: 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Karya: Njwa Husein Abdul Aziz/Penerbit: Gema Insani

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.