Anak Patuh Tanpa Bentakan, Bisa Kok! Lakukan Ini Saja

Foto: Social Chumbak

INSPIRADATA. Setiap orangtua memiliki cara yang berbeda dalam berkomunikasi dengan anak mereka. Cara Anda dalam berkomunikasi dengan anak ini akan memengaruhi cara si anak dalam mendengar dan menuruti kata-kata Anda.

Agar anak menjadi seorang yang penurut, sebaiknya hindari bentakan saat berbicara pada anak. Meski sulit, Anda tetap perlu mengendalikan diri saat berkomunikasi dengan anak.

Lalu, bagaimana cara membuat anak Anda menjadi penurut tanpa bentakan?

Berikut sejumlah tips sederhananya, disitat dari vemale.com

1 . Sebutkan namanya dengan nada positif

Pikiran anak-anak sering tidak fokus. Banyak hal yang bisa dipikirkan, mulai dari soal teman-temannya, sekolah, dan hal-hal lainnya. Untuk mendapatkan perhatian anak, sebutkan dan panggil namanya dengan nada positif dan biasa. Akan butuh waktu beberapa saat sampai Anda bisa mendapat perhatian anak sepenuhnya. Di sini Anda memang harus bisa benar-benar bersabar. Saat perhatian anak sudah Anda dapatkan, baru Anda sampaikan pesan yang ingin Anda berikan pada anak.

2 . Gunakan bahasa yang positif

Sebisa mungkin hindari penggunaan kata jangan,tidak boleh, dan sejenisnya. Agar anak merasa percaya diri dan nyaman, Anda perlu menggunakan kata-kata yang positif. Jelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak. Misalnya, “Tolong bawa piring-piring kotor ini ke bak cucian, ya. Terima kasih.” Hindari menggunakan kata atau nama panggilan yang membuat anak tak nyaman.

3 . Lakukan kontak mata

Dekati anak, usahakan posisi sejajar dengannya (Anda bisa menunduk atau berjongkok), lalu tatap matanya. Tapi jangan terlalu terlihat mengancam. Cara ini untuk memastikan Anda menaruh perhatian sepenuhnya saat Anda berkomunikasi dengan anak. Anak-anak pun akan lebih nyaman saat orang tua yang mengajaknya bicara berada dekat dengannya.

4 . Bersikap Asertif

Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Ketika Anda berkomunikasi dengan anak, Anda perlu bersikap asertif. Gunakan kalimat dan nada yang jelas, positif, dan padat. Sebagai contoh, “Setelah selesai membereskan mainan, Adik boleh nonton TV atau main di luar.” Jelaskan pada anak soal apa yang harus mereka lakukan, apa alasan mereka, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.

Satu lagi yang harus Anda perhatikan saat berkomunikasi dengan anak adalah perasaan atau mood yang sedang ia rasa. Di sini Anda memang harus lebih peka dan hati-hati. Apakah anak sedang lelah, marah, kecewa, cemas, atau mengkhawatirkan sesuatu, perhatikan raut wajahnya. Sebisa mungkin jangan menghakimi anak. Posisikan diri Anda sebagai orang tua yang akan membantu mereka mengatasi masalahnya. Sehingga komunikasi bisa lebih diterima.

Cara berkomunikasi dengan anak memang perlu teknik dan metode khusus. Semoga cara yang Anda pilih saat ini bisa memberi dampak positif bagi tumbuh kembangnya. []

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.