9 Alasan Muslim Tidak Boleh Rayakan Tahun Baru

Advertisements
- 9 Alasan Muslim Tidak Boleh Rayakan Tahun Baru - new-year-fireworks-300x225
Foto: Lootntrick

INSPIRADATA. Sorak sorai terompet mulai terdengar dipenghujung tahun 2016. Masyarakat di seluruh dunia bersiap menyambut tahun 2017. Berbagai acara dan pesta dipersiapkan guna menyambut pergantian tahun.

Banyaknya pendapat kontra diperayaan tahun baru ini, bukan tanpa alasan. Khususnya bagi seorang haram hukumnya merayakan perayaan tahun baru. Mengapa demikian? Berikut 10 alasan mengapa Muslim dilarang merayakan tahun baru.

1. Alasan Sejarah
Dalam The World Book Encyclopedia dijelaskan bahwa Penguasa Romawi Julius Caesar mengambil keputusan 1 Januari sebagai awal permulaan tahun. Sejak tahun 46 SM. Orang Romawi menjadikan 1 Januari yang berasala dari Janus.
Janus digambarkan sebagai seorang dewa yang memiliki dua wajah (suatu berwajah menghadap ke (saat) depan serta sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu). Sehingga ia dianggap sebagai dewa semua gerbang, pintu-pintu, serta permulaan
Dengan demikian, merayakan tahun baru masehi memiliki keterkaitan sejarah dengan ibadah kaum paganisme Romawi. Cukuplah firman Allah menjadi pengingat kita:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (QS. Al isra’: 36)

2. Tasyabbuh
Perayaan tahun baru masehi adalah kebiasaan orang-orang barat yang sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam. Merayakan tahun baru termasuk menyerupai kebiasaan mereka (tasyabuh). Kita patut khawatir, sebab tasyabuh ini membuat seseorang jatuh ke dalam golongan yang diserupainya.

Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi; hasan)

3. Terompet Yahudi
Perayaan tahun baru identik dengan terompet. Bahkan meniup terompet dianggap sebagai perayaan yang paling sederhana menyambut tahun baru. Selain harganya murah, juga mudah dilakukan.

Tapi tahukah kita bahwa meniup terompet adalah kebiasaan Yahudi?
Rasulullah mensabdakan,

“Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi” (HR. Abu Daud; shahih)

Advertisements

4. Pemborosan
Banyak biaya yang digelontorkan untuk merayakan tahun baru. Khususnya dengan acara musik dan pesta kembang api. Hal ini termasuk bentuk pemborosan yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah membenci tiga hal pada kalian; kabar burung, membuang-buang harta, dan banyak bertanya.” (HR. Bukhari)

5. Begadang sepanjang malam
Menunggu detik-detik pergantian tahun, yakni tepat pukul 00:00. Dengan demikian, orang-orang yang merayakan tahun baru, mereka begadang hingga dini hari.

Begadang yang tidak memiliki kemaslahatan merupakan hal yang dibenci oleh Rasulullah. Jika tidak ada keperluan penting, Rasulullah biasa tidur di awal malam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan ngobrol setelah isya’ (HR. Bukhari)

6. Meninggalkan shalat
Seing kali karena merayakan tahun baru, orang-orang melupakan sholat Isya, tahajud dan Subuh. Alasan menunggu detik-detik pergantian tahun, sering menjadi dalih bagi sebagian orang.
Meninggalkan shalat adalah salah satu dosa besar. Bahkan meninggalkan shalat dengan sengaja, bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran.

7. Menyia-nyiakan waktu

Merayakan tahun baru dengan berbagai bentuk aktifitasnya, apalagi yang hura-hura, adalah termasuk menyia-nyiakan waktu. Imam Syafi’i membuat kesimpulan yang sangat tepat terkait dengan waktu:

“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”

7. Ikhtilath
Perayaan tahun baru umumnya tidak memisahkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Sehingga terjadilah ikhtilath yang luar biasa. Bersentuhan lawan jenis menjadi tidak terelakkan, bahkan memang disengaja.

menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani; shahih)

8. Hal-hal haram
Perayaan tahun baru dengan musik dan acara sejenis, kadang juga disertai dengan hal yang jelas-jelas haram. Misalnya minuman keras. Jika ini yang dilakukan tentu dosanya semakin banyak.

9. Terjerumus zina
Termasuk hal yang paling parah dalam perayaan tahun baru adalah terjerumus zina. Ini bukan kekhawatiran semata, karena faktanya banyak berita yang melaporkan pembelian kondom meningkat menjelang tahun baru dan paginya di tanggal 1 Januari ditemukan banyak kondom bekas di lokasi perayaan tahun baru.

Ada yang berzina karena memang sudah direncanakan dari awal. Namun ada juga perempuan yang terjerumus ke dalam zina saat perayaan tahun baru karena dimulai dari ikhtilath dan mengkonsumsi minuman keras hingga mabuk. Na’udzubillah min dzalik.[]

Advertisements