Aiptu Khamim, Polisi Bumbu yang Layak Ditiru

 

INSPIRADATA. Jabatan polisi rawan dengan kasus pungli. Itulah salah satu hal yang dihindari Aiptu Khamim. Cita-citanya untuk memiliki rumah sendiri yang bisa ia dan keluarganya tempati, tidak menjadikan polisi ini lupa diri. Walaupun, penghasilannya hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, tapi ia tidak lantas menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi.

Selain gaji yang diperoleh dari dinasnya di Polsek Wonosalam, Jombang, Aiptu Khamim mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha sampingan yang digelutinya 15 tahun belakangan ini.  Usaha apa?

Dilansir dari Kabarmekkah, berikut ini kisah Aiptu Khamim yang kegigihan dan kejujurannya mungkin bisa kita tiru.

“Jadi setiap hari saya mengangkut dua kuintal bumbu dari Sidoarjo ke pasar di Jombang,” tutur Polisi yang memilih berjualan bumbu dapur instant ketimbang melakukan pungli ini. Karena pekerjaan sampingannya tersebut, Aiptu Khamim pun mendapat julukan polisi bumbu.

Usahanya berjualan bumbu instant sudah dirintisnya sejak 15 tahun lalu. Dan, selama kurun waktu tersebut, setiap pagi sebelum bertugas di kepolisian, dia pergi ke pasar terlebih dahulu untuk memasok bumbu kepada para pedagang di pasar Jombang. Padahal, jarak rumahnya di Sidoarjo ke Jombang itu cukup jauh. Perjalanannya memakan waktu 2 jam.

“Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 wib dan sampai di pasar sekitar pukul 05.00 wib. Shalat subuh saya lakukan di masjid yang saya lalui. Itu saya lakukan agar tidak mengganggu dinas saya sebagai polisi,” ujarnya.

Jadi, pekerjaan sampingannya ini benar-benar dilakukan diluar jam kantor. Rekan sejawat dan atasannya di kepolisian pun ternyata sudah memahami pekerjaan sampingannya ini. Walhasil, polisi bumbu ini sudah memiliki banyak pelanggan. Walaupun, keuntungan dari penjualan per sachet bumbu tersebut terbilang kecil, namun, Aiptu Khamim mengaku hasil usahanya ini lebih berkah dan lebih mulia dibandingkan pungli.

Polisi bumbu ini sudah berhasil membuktikan bahwa hasil kerja keras dan kegigihan jauh lebih bernilai daripada hasil dari usaha yang merugikan orang lain. Sikap antipungli inilah yang selayaknya dapat ditiru oleh para anggota polisi. []

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.