Angkot Pustaka, Inspirasi Perpustakaan Berjalan ala Pak Sopir di Bandung

Advertisements
Angkot Pustaka, Inspirasi Perpustakaan Berjalan ala Pak Sopir di Bandung angkot pustaka-angkot pustaka 300x225  - Angkot Pustaka, Inspirasi Perpustakaan Berjalan ala Pak Sopir di Bandung - angkot-pustaka-300x225
Foto: FB Elis Ratna

INSPIRADATA. Sudah bukan rahasia lagi jika minat baca di negeri ini begitu rendah. Namun, bagi sopir angkot yang satu ini, ia tak berpangku tangan melihat hal itu. Darinya kemudian lahirlah ‘Angkot Pustaka’, perpustakaan berjalan di dalam angkot.

Adalah Muhammad Pian Sopian—pengemudi angkot di Bandung jurusan Soreang-Leuwi Panjang—ini lebih bersikap proaktif dan bertindak nyata ketimbang banyak wacana untuk membudayakan membaca. Sopian membuat angkotnya menjadi perpustakaan berjalan.

Sopian membuat ‘Angkot Pustaka’, dengan merancang sebuah rak buku kecil di bagian kaca belakang mobilnya. Ia menyimpan beberapa buku di sana agar dapat dibaca para penumpang. Sederhana namun bermakna.

“Saya ingin menaikkan minat baca masyarakat walaupun dengan hal kecil. Minimal saat penumpang turun dari angkot mendapat ilmu,” kata Sopian yang sudah 15 tahun bergelut sebagai supir angkot, seperti dikutip dari bennyrhamdani.com.

Advertisements

Ide itu sendiri mulai dipikirkan oleh Sopian sekitar satu tahun kebelakang. Namun karena belum memiliki angkot sendiri, Sopian urung merealisasikan idenya itu.

“Saat itu saya masih bawa mobil orang lain, jadi belum berani bikin angkot pustaka. Setelah beberapa bulan lalu ada hamba Allah yang menitipkan uang muka untuk mobil dan ikhlas mobilnya saya pakai fulltime, barulah saya kerjakan angkot pustaka,” tutur Sopian.

Sopian tak banyak membawa buku, hanya sekitar 25 hingga 40 buku setiap harinya. Ketika ditanya apakah tak takut bukunya hilang, Sopian hanya berkelakar itu hanya akan menjadi nutrisi untuk si pelakunya.

“Ah, saya nggak takut buku di angkot dicuri. Setidaknya kehilangan satu buku memberikan nutrisi buat otak si pelaku. Soalnya kan jarang maling yang tahu literasi. Daripada kehilangan uang yang habis hanya untuk kepuasan perut di pencuri,” kilah Pian.

Lanjutkan pak sopir, bangsa ini membutuhkan orang-orang seperti bapak. []

Advertisements