Di Bandung, Sebelum Menikah Calon Pengantin Harus Mampu Baca Tulis Al Quran

Advertisements

pengantin -pengantin 300x225  - Di Bandung, Sebelum Menikah Calon Pengantin Harus Mampu Baca Tulis Al Quran - pengantin-300x225INSPIRADATA. Anda warga Bandung, mau menikah. Nah perhatikan hal ini. Pasalnya di salah satu kecamatan di kota kembang, calon pengantin harus mampu baca tulis Al Quran. Wow.

Ya, bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan—alias calon pengantin—dan menunaikan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, musti terlebih dulu mampu membaca dan menulis Alquran.

Tujuannya agar mampu mengenal ayat suci Alquran, terutama yang berkenaan dengan keluarga dalam Islam

“Kursus calon pengantin (suscatin) sejatinya dapat mempercepat terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Santika, PJS Kepala KUA Cinambo, lansir Kemenag.

Kursus calon pengantin ini sendiri dilakukan atas dasar kerja sama antara pengurus BP4, KUA, penyuluh dan tokoh agama Kecamatan Cinambo dan dihadiri sekitar 20-an orang. Suscatin.

Peserta suscatin diberi pembekalan materi berupa pembinaan seputar: 1. Tata cara dan prosedur perkawinan, 2. Pengetahuan agama, 3. Peraturan perundang-undangan di bidang perkawinan dan keluarga, 4. Hak dan kewajiban suami isteri, 5. Kesehatan reproduksi, 6. Manajemen keluarga dan psikologi perkawinan.

Namun, kata Santika, kursus itu menitik beratkan kepada potensi peserta suscatin dalam memahami tentang makna keluarga Sakinah.

Advertisements

Dalam Alquran—surat Ar-Ruum: 21—disebutkan kata sakinah memiliki arti kedamaian, tenang, tentram, dan aman.

“Oleh karena itu, pernikahan dituntut agar seorang suami dan istri harus bisa membuat pasangannya merasa tentram, tenang, nyaman dan damai dalam menjalani kehidupan bersama supaya sebuah rumah tangga bisa langgeng,” ujarnya.

Peserta suscatin juga dituntut membaca dan menulis ayat Alquran berkenaan dengan keluarga. Dengan tujuan, kata Santika, untuk mengenalkan ayat yang berkenaan dengan keluarga dalam Islam. Selain itu, juga untuk menanamkan pada peserta bahwa Alquran itu sebagai pedoman hidup dalam berkeluarga.

Karena dalam Alquran sendiri banyak gambaran atau bentuk keluarga seperti; keluarga Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Luth, Lukmanul Hakim, Firaun dan Abu Lahab.

“Dan ternyata pada suscatin ini hampir 95 persen peserta suscatin belum lancar membaca Alquran,” ungkapnya.

Karena itu, dalam suscatin sekarang peserta diberi selembaran doa-doa yang berhubungan dengan keluarga seperti: doa suami mendoakan isterinya, doa berhubungan, doa mandi janabat, doa keluarga bahagia, doa menjadikan anak soleh dan lain-lain. []

Advertisements