Di Tiongkok Anak Boleh Buang Air Besar di Mana Saja, Kalau di Negara Lain?

foto: Google

INSPIRADATA. Setiap bangsa di setiap negara yang ada di berbagai belahan dunia memiliki budaya yang berbeda. Baik dalam seni maupun dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk pola pengasuhan orang tua terhadap anak dan bagaimana cara mereka membesarkan serta mendidiknya.

Pastinya unik dan menarik jika kita amati bagaimana beda-beda pola kebiasaan orang tua di berbagai bangsa dan Negara ini yang dilakukan terhadap anak mereka. Dilansir dari bintang.com, berikut ini ulasannya:

  1. Vietnam. Hal umum anak berusia 2 hingga 3 tahun menggunakan diaper atau popok sekali pakai. Namun di Vietnam, ketika bayi memasuki usia 9 bulan, saat itu mereka diharamkan menggunakan diaper dan mulai dilatih menggunakan toilet. Ketika mulai bisa berjalan, anak-anak di Vietnam sudah mahir buang air sendiri di toilet.
  2. Tiongkok. Yang dilakukan masyarakat Tiongok lebih ekstrem lagi. Umumnya orang tua di Tiongkok tidak memakaikan diaper kepada bayi dan anak-anak, melainkan pakaian dan celana khusus dengan bagian bawah sengaja dibuat terbuka. Anak mengenakan celana “berlubang” ini bahkan di musim dingin. Bentuk celana yang hanya ada di Tiongkok ini membuat anak dan bayi di Negeri Tirai Bambu leluasa untuk buang air di mana pun.
  3. Afrika. Di beberapa negara Afrika seperti Kenya dan Kongo, berbagi ASI hal yang jamak. Ibu menyusui bisa menyusui bayi siapa pun dan bayi-bayi boleh menikmati ASI dari keluarga, teman, bahkan orang asing sekalipun. Membuang-buang ASI adalah hal yang memalukan di sana.
  4. Korea Selatan. Tidak seperti anak-anak dari negara Barat yang dibekali makanan ringan di dalam tas, anak-anak Korea Selatan tidak dibiasakan membawanya. Mereka diajari untuk memahami nilai menunggu waktu makan lalu duduk bersama keluarga untuk menikmati hidangan bersama-sama. Anak-anak menyantap makanan yang sama dengan orang tua dan makan sendiri tanpa disuapi. Di restoran-restoran tradisional Korea umumnya tidak disediakan menu makanan khusus anak. Inilah sebabnya anak-anak Korea dikenal sebagai penikmat makanan.
  5. Jepan. Membiarkan anak usia TK bepergian sendiri mungkin terdengar kejam bagi orangtua di Indonesia. Namun anak-anak di Jepang dibiasakan naik transportasi umum seperti kereta bawah tanah tanpa didampingi orang tua, bahkan sejak usia 4 tahun. Tingkat kriminalitas yang rendah dan sistem transportasi yang nyaman membuat hal ini tidak sulit diterapkan di Jepang. Tata cara menaiki kendaraan umum bahkan menjadi salah satu pelajaran di taman kanak-kanak. Untuk keamanan, anak biasanya pergi dan pulang sekolah secara berkelompok dengan anak-anak dari satu lingkungan tempat tinggal. Mereka juga selalu mengantongi kartu identitas, sehingga jika tersesat, mudah diantar pulang ke rumah.

Bagaimana dengan kebiasaan atau pola pengatuhan orang tua di Indonesia? Tentunya sangat beragam karena Indonesia termasuk Negara yang kaya akan beragam budaya daerah. Bagaimana pola pengasuhannya, tentu setiap orang tua mengupayakan yang terbaik untuk perkembangan anak-anaknya.[]

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.