Istanbul, Surganya Kucing

INSPIRADATA. Di Malaysia ada sebuah kota bernama Kuching. Namun, bukan berarti kota tersebut  dihuni hewan kucing.  Kucing-kucing justru lebih banyak ditemukan di kota Istanbul, Turki.

Dilansir dari Tarbiyah, Jika diadakan sebuah kontes untuk menentukan ibukota dunia bagi kucing, Istanbul tentu dapat menjadi pesaing utama gelar tersebut. Hampir di semua gang dan sudut jalan terdapat beberapa kucing dan hampir seluruhnya dirawat dengan baik.

Agama, budaya dan sikap yang benar berada di balik hubungan cinta antara penduduk Istanbul dan kucing mereka.

Mustafa Efe, imam yang mempublikasikan foto-foto kucing di kota tersebut tidak menyangka bahwa akan menarik banyak perhatian dan mengatakan apa yang dia lakukan terhadap kucing  merupakan kewajiban semua muslim.

“Kepercayaan kami semuanya tentang kasih sayang dan ampunan. Penerimaan terhadap binatang merupakan salah satunya,” kata Efe kepada Middle East Eye saat diwawancarai.

“Agama kami menyuruh kami untuk menyayangi apapun di bumi, bahkan sesuatu yang kita anggap berbahaya seperti ular; jadi memberikan tempat tinggal bagi kucing bahkan tidak dapat dibandingkan.” Tutur Efe lagi, “Kucing tidak dianggap najis dalam Islam jadi membiarkan mereka tinggal di masjid sepenuhnya tidak masalah.”

Dia menambahkan, “Tidak ada yang spesial tentang saya yang merawat binatang. Tidak pula Salah satu anggota jemaah yang membelalak kaget ketika mereka melihat kucing di masjid. Berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup menjadi dasar keyakinan kami.”

Efe menfatakan nasihat terkenal dari ulama Sufi Mawlana Jalaludin Rumi yaitu “ayo, datanglah siapapun anda” merupakan contoh sempurna dari berbelas kasih dengan membuka tangan bagi semua. Dia juga percaya bahwa undangannya itu bagi semua makhluk hidup, termasuk tanaman.

Dibangun pada tahun 1594, masjid Aziz Mahmud Hudayi adalah nama masjid yang dipimpin Efe. Tetapi dalam menjangkau masyarakat tidak berhenti sampai disitu. Masjid itu juga membangun dapur umum dalam upaya membagikan makanan bagi orang miskin dan yang membutuhkan.

“Pintu kami terbuka bagi siapapun. Kami memberi makan semua yang lapar. Dari gelandangan, pengungsi sampai siapapun. Itu juga termasuk binatang. Kami tidak akan mengusir makhluk hidup apapun yang memasuki pintu-pintu kami,” pungkas Efe.[]

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.