Jalan Trump Menuju Kursi Presiden AS

Foto: Salon
Foto: Salon

INSPIRADATA. Donald Trump sudah terpilih menjadi Presiden Amerika berikutnya menggantikan Barack Obama. Trump—entah karena ingin dapat sensasi belaka ataukah memang sudah jadi tabiat dasarnya—memberikan pernyataan-pernyataan yang sedikit banyak terus menyinggung umat Islam ketika akan meraih kursi Presiden AS. Apa saja?

Larang Muslim ke Amerika

Trump merupakan bakal calon presiden AS dari Partai Republik. Ia misalnya menyerukan larangan “total” terhadap Muslim untuk memasuki Amerika Serikat sampai para pemimpin negara adidaya tersebut bisa “memahami apa yang sedang terjadi.”

Trump mengatakan data jajak pendapat menunjukkan “sejumlah besar populasi Muslim benci terhadap warga Amerika.”

“Sampai kita bisa memahami dan menentukan cara untuk mengatasi masalah ini dan ancaman yang ditimbulkan, negara kita tidak boleh menjadi korban serangan-serangan mengerikan yang dilakukan oleh orang-orang yang percaya jihad, dan tidak punya akal sehat atau menghargai nyawa manusia,” kata Trump.

Sebut Obama Bukan Orang Amerika

Suatu kali di bulan September 2015 silam, dalam sebuah debat, Trump menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai seorang Muslim. Trump sebelumnya pernah mengatakan bahwa Obama bukanlah orang AS, karena tak pernah lahir di negara tersebut.

Kemudian saat deba tberikutnya antar kandidat Partai Republik, di Rochester, New Hampshire, Trump bilang, “Kita mempunyai masalah di negara ini. Disebut Muslim. Kita tahu presiden kita menjadi salah satu bagiannya. Bahkan, kita tahu dia juga bukan orang amerika,” ujar Trump.

Pernyataan bernada rasial dan salah inilah yang mengundang komentar dari rivalnya di Partai Republik, Senator Lindsey Graham. Dia menyatakan Trump sudah melewati garis batas dan seharusnya mengoreksi pernyataannya.

Usulkan Tutup Masjid terkait Tragedi Paris

Berikutnya, Trump memberikan komentar pedas terkait tragedi Paris. Kali ini, ia mengatakan AS harus “Mempertimbangkan dengan matang, untuk menutup beberapa masjid. Dengan dalih mencegah operasi teroris di negara itu setelah mematikan Paris serangan.”

“Aku tidak suka melakukannya, namun itu adalah sesuatu yang mungkin harus dipertimbangkan,” kata Trump kabel pada penyiar MSNBC. Trump juga mengatakan, pemerintah AS harus meningkatkan pengawasan di dalam dan sekitar masjid.

“Kami harus lebih ketat. Kami memberikan hak istimewa tertentu pada tempat ibadah Muslim,” tambah Trump.

Akan Kembalikan Penyiksaan Waterboarding

Trump juga, jika terpilih jadi presiden Amerika berikutnya, akan mengembalikan waterboarding, teknik penyiksaan yang biasa dilakukan oleh CIA di luar negeri. []

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.