Mendahului Kakak Menikah, Bolehkah?

Foto: 1VSI.Com

INSPIRADATA. Di kalangan masyarakat, terdapat pantangan adat yang melarang seorang adik mendahului kakaknya dalam menikah.

Padahal dalam Islam, menikah dianjurkan bagi siapapun. Baik untuk laki-laki atau wanita, jika memang telah sampai pada ada hasrat untuk menikah. Namun, untuk bagi laki-laki ada syarat yang harus dipenuhi.

Dari Ibnu Mas’ud, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“ Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena itu bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400).

Selain itu, Islam juga menganjurkan agar kaum Muslim agar menyegerakan pernikahan.

Dalam firman-Nya Surat An-Nur: 32, siapapun yang hendak menikah, Allah SWT ‘membantu’ melancarkan rezeki bagi mereka yang telah menikah.

“Nikahkahlah orang yang bujangan diantara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui,” (QS. An-Nur: 32).

Nabi Muhammad SAW telah menetapkan syarat-syarat tersebut. Sehingga, aturan yang bertentangan dengan syarat tersebut dilarang.

“Semua syarat yang tidak ada dalam kitabullah maka itu bathil, meskipun jumlahnya seratus syarat.” (HR. Ahmad 26248, Ibn Majah 2617 dan yang lainnya).[]

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.