Misteri: Sebelum Gempa Aceh Terjadi, Warga Dengar Suara Ayam ‘Menangis’

Advertisements
-030809000 1481075183 20161207 Gempa Bumi 6 4 SR Guncang Banda Aceh AFP 3 300x225  - Misteri: Sebelum Gempa Aceh Terjadi, Warga Dengar Suara Ayam ‘Menangis’ - 030809000_1481075183-20161207-Gempa-Bumi-6_4-SR-Guncang-Banda-Aceh-AFP-3-300x225
Foto: AFP

INSPIRADATA. Pidie Jaya, Aceh, dilanda gempa berkekuatan 6,5 skala richter pada Rabu (7/12/2016) pagi. Gempa itu menghancurkan ratusan bangunan, korban meninggal dunia mencapai 100 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan penuturan seorang warga, ia mendengar suara aneh sebelum dan sesudah gempa melanda. Itu adalah suara ayam yang seperti anak kecil menangis, kata Aminah—warga Gampong (Kampung) Ujung Rimba.

“Suaranya berisik seperti anak kecil menangis, apalagi saat gempa, suara itu semakin kencang,” kata Aminah, lansir Antara, Jumat (9/12/2016).

Aminah mengaku gempa kali ini berbeda dengan gempa yang disertai tsunami pada 2004. Sebab, suara ayam makin keras bersamaan dengan suara kencang dari perut bumi.

READ  Air Mineral yang Sedang Viral Ini Harganya 20 Kali Lipat Harga Air Minum Kemasan Biasa
Advertisements

Suara itu juga dibenarkan oleh Zainab, warga Gampong Paruh Keudeu lainnya, yang mendengarkan suara-suara binatang.

“Saya semula tidur terbangun ada guncangan dan berisiknya suara ayam dari kandang,” katanya.

Seperti diketahui, setiap bencana alam dari gunung api dan gempa akan ditandai dengan tanda-tanda perilaku binatang yang seperti panik melalui bunyi suaranya.

“Gempa kali ini, tubuh saya benar-benar dikocok-kocok, sampai-sampai saya tidak bisa merangkak,” kata Rajali (60), warga Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Menurut Rajali, musibah gempa tektonik 6,5 Skala Richter pada Rabu (7/12) pagi itu adalah pengalaman menyeramkan seumur hidupnya. Pasalnya, goyangan gempa itu lebih besar dari gempa besar pada 2004 yang disertai dengan tsunami. Hal itu dirasakan pula oleh sejumlah warga lainnya.

READ  Dunia Hanya Tiga Hari

Dia mengatakan, gempa besar pada 2004, tubuh mereka seperti diayun-ayun saja.

“Saya sampai sekarang masih takut, belum berani pulang. Lebih baik tidur di luar rumah saja. Rumah saya juga rusak,” katanya menerawang. []

(Visited 22 times, 1 visits today)
Advertisements