Sering Sembunyikan Ponsel Ibunya, Jawaban Anak Ini Bikin Haru

Advertisements
- Sering Sembunyikan Ponsel Ibunya, Jawaban Anak Ini Bikin Haru - 664xauto-anak-suka-sembunyikan-ponsel-ditanya-jawabannya-bikin-haru-161228k-300x225
Foto: Ohbulan

INSPIRADATA. Kisah tentang seorang anak yang mencari perhatian ibunya ini menjadi pusat perhatian. Dimana cerita ini dapat menyadarkan para ibu di era netizen. Saat para orangtua lebih sibuk dengan gadget mereka, daripada memperhatikan buah hatinya.

Kisah itu bermula saat Haikal sering menyembunyikan Hand Phone (HP) ibunya.

“Akhir-akhir ini, Haikal suka menyembunyikan ponsel. Awalnya aku anggap dia hanya ingin bermain-main saja.

Advertisements

Sebab, dia akan tertawa senang jika berhasil membuatku bingung mencari ponsel yang dia sembunyikan. Sampai satu hari, seperti biasanya dia sembunyikan ponselku. Tapi kali ini dia sembunyikan ponselku di tempat yang benar-benar susah ditemukan.

Jadi aku menyerah dan pura-pura menangis. Saat itu terlintas dalam pikiranku bahwa cara cepat mendapatkan ponselku kembali adalah memainkan perasaan Haikal. Aku pura-pura menangis sampai Haikal datang untuk menenangkan aku.

” Mama, jangan menangis, Haikal hanya bergurau saja,” kata Haikal.

” Mama tak bisa menemukan ponsel mama,” kataku.

” Nah, ini ponsel Mama. Maaf, Haikal hanya bergurau saja,” katanya.

” Terima kasih. Setelah ini Haikal tidak boleh lagi sembunyikan ponsel Mama. Banyak pekerjaan di ponsel Mama.” kataku memberinya penjelasan.

Haikal hanya diam saja, lama sekali.

” Kenapa Haikal diam saja?” tanyaku.

Ternyata jawaban Haikal sungguh membuatku tersadar bahwa aku telah menelantarkan tugas sebagai orang tua.

Aku lebih memilih hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti Whatsapp, Facebook, gosip, viral, dan sebagainya.

” Sebenarnya Haikal tak suka Mama lihat ponsel itu. Haikal lebih suka kalau Mama lihat Haikal. Mama tahu tidak, ponsel ini bisa merusak mata Mama? Haikal tak pernah sekali pun merusakkan mata Mama. Tapi kenapa Mama tak mau lagi suka lihat Haikal?”

Aku pun menangis mendengar jawabannya yang polos dan sederhana tapi sebenarnya adalah tamparan buatku. Aku langsung memeluknya erat-erat.

” Ya Allah, terasa sekali tamparan buatku dari-Mu kali ini. Haikal adalah anugerah yang sebenarnya yang selalu ingatkan aku tentang amanah-Mu.”

” Ya Allah. Izinkan aku untuk jadi ibu yang Haikal butuhkan. Bantu aku untuk jadi ibu yang Haikal banggakan. Bimbing aku untuk selalu memperoleh ridha-Mu selama mengemban amanah sebagai Ibu ini.”

” Aku benar-benar minta maaf anakku. Mama sayang Haikal, sangat.”

(Sumber: ohbulan.com)

Advertisements