Vedder dan Israel

Advertisements
- Vedder dan Israel - eddie-vedder-300x225
Foto: editorial.4seephoto.com

INSPIRADATA. Di pertengahan 90-an, mungkin Anda tidak pernah mendengar soal Pearl Jam. Tapi jangan salah, inilah salah satu band alternatif yang paling berpengaruh di dunia. Mereka memang tidak setenar Metallica, Guns N’ Roses ataupun Nirvana ketika itu, namun untuk para musisi, Peal Jam adalah anutan.

Sekarang, hampir 2 dekade dari zaman keemasannya, mereka masih sangat bunyi. Dan yang paling penting, mereka bersuara keras terhadap genosida Israel pada Jalur Gaza.

Advertisements

Hanya beberapa jam setelah Israel melakukan serangan ke Gaza di bulan Juli tiga tahun lalu, band folk rock Amerika asal Seattle ini langsung membatalkan konser di Ra’anana, Israel yang sedianya akan digelar pada 7 Agustus tahun itu.

Dengan tampilan mengejutkan di antara kebencian dan kekasaran, Eddie Vedder—sang vokalis dan front man—melancarkan serangan yang sangat verbal terhadap Israel di atas panggung.

Di tengah konsernya di Inggris, Vedder mengomel tentang konflik yang sangat dekat dengan kekerasan. Secara gamblang, mantab Vedder!, ia mengatakan “ada orang yang mencari-cari sekadar alasan untuk membunuh,” dan “ada orang yang pergi melintasi perbatasan untuk mengambil tanah yang bukan milik mereka.”

Meskipun Vedder tidak pernah menyebut nama Israel atau Gaza, namun tak diragukan lagi, itu ditujukan terhadap Israel.

“Kami tidak ingin memberi mereka uang kami,” kata Vedder, 49, berteriak di konser tersebut. “Kami tidak ingin memberi mereka pajak kami untuk menjatuhkan bom pada anak-anak! Sekarang! Tidak ada lagi! Sekarang!”, dan kemudian ia melanjutkan meratap dengan lagu-lagu anti-perangnya. []

 

Advertisements