Walau Sudah Mati, Jasad Orang Ini Tak Akan Membusuk

Foto: Beritacenter.com

INSPIRADATA. Di saat yang telah ditentukan, kematian akan menimpa setiap orang tanpa terkecuali. Pasti akan ada saat dimana jasad kita masuk ke liang lahat lalu membusuk dan menyatu dengan tanah.

Namun ternyata, tidak semua tubuh orang meninggal akan membusuk dan hancur. Ada beberapa jasad yang meskipun sudah terkubur dalam tanah tetap utuh dan tidak membusuk. Diantara orang-orang yang jasadnya tidak membusuk itu adalah para syuhada dan shli Jihad fisabilillah yang memperjuangkan Islam. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154).

Pada zaman Rasulullah SAW juga ditemukan jasad yang tidak membusuk walaupun sudah terkubur selama enam bulan. Jabir bin Abdillah bercerita : “Menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur di antara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi dibanding kamu di samping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan, bersikaplah yang baik kepada saudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang enam bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jazadnya masih utuh sama seperti ketika aku menguburkannya (Diriwayatkan oleh Bukhari).

Tentu saja ini menjadi pertanyaan bagi berbagai pihak mengapa hal tersebut bisa terjadi. Dr. Abdul mencoba untuk menemukan jawabannya lewat sebuah penelitian. Menurut hasil risetnya yang diuraikan dalam sebuah buku berjudul Al Mukrubat wa Karamatusy Syuhada (Jasad Syuhada Tak Membusuk)

Menurutnya, mikroba-mikroba itu tidak merusak jasad para syuhada disebabkan Allah SWT lah yang memerintahkan mikroba tersebut berbuat demikian. Allah SWT menciptakan mikroba, membuat sunatullah bahwa tugas mikroba adalah menguraikan makhluk hidup yang telah mati.

Lantas, apa yang menyebabkan mikroba bertugas untuk menguraikan makhluk hidup yang telah mati, maka Dia pula yang bisa mengubah sunnatullah itu pada sesuatu yang dikehendakiNya. Demikianlah, mikroba adalah makhluk yang sangat patuh kepada Penciptanya. []

Sumber: Infoyunik

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.