10 Peraturan Konyol dari para Pelatih Top

sir-alexINSPIRADATA. Setiap pelatih, pasti memiliki peraturan sendiri yang diterapkan kepada semua penggawa tim yang diasuhnya. Dari setiap pelatih, tak jarang membuat peraturan yang terbilang tak lazim, alias aneh.

Berikut, daftar 10 pelatih sepakbola yang memiliki peraturan tak lazim, dilansir dari Squawka:

  1. David Moyes
    Meski hanya melatih Manchester United selama 18 bulan, pelatih asal Skotlandia ini menerapkan peraturan ketat kepada tiap pemainnya, terlebih soal makanan. Moyes melawarng penggawanya memakan kripik, dengan alasan makanan tersebut tak bagus untuk diet.

“Ini, karena beberapa pemain mengalami kegemukan dan saya rasa kripik bukanlah makanan yang bagus untuk program diet,” kata Moyes.

  1. Alexandre Zorniger
    Mantan pelatih Stuttgart ini menerapkan peraturan yang sebenarnya tak ada hubungan dengan teknis di lapangan. Zorniger melarang pemainnya untuk menggunakan headphone di tempat umum. Pemakaian headphone hanya diperbolehkan di dalam bus tim.

“Ada alasan penglihatan untuk ini. Seorang pemain berpostur pendek terlihat aneh saat mengenakan headphone. Headphone yang mereka kenakan terlihat lebih besar dari kepala mereka,” kata Zorniger.

  1. Paolo Di Canio
    Pria nyentrik ini juga setipe dengan David Moyes, Di Canio, saat melatih Sunderland, tidak mengizinkan pemainnya untuk mengonsumsi saus, mayones, minuman bersoda, dan makanan cepat saji. Namun, yang lebih aneh lagi, Di Canio melarang pemainnya untuk bernyanyi dan bergosip.

“Ini adalah cara berpikir baru untuk menjadi seorang profesional. Ini sulit. Ini untuk revolusi besar. Di dalam kepala Anda, Anda perlu mengubah cara pikir,” kata Di Canio.

  1. Juergen Klopp
    Bisa dibilang ini salah satu cara Klopp mengubah tradisi di Anfield. Bila setiap pemain menyentuh simbol ‘This is Anfield’ ketika memasuki lapangan, Klopp kini melarang tiap pemainnya menyentuh simbol tersebut sebelum bertanding.

“Saya mengatakan pada tiap pemain untuk tidak menyentuh simbol ‘This is Anfield’ sampai mereka memenangkan pertandingan, karena itu adalah simbol kehormatan klub,” kata Klopp.

  1. Fabio Capello
    Ketika menangani Tim Nasional Inggris, pelatih asal Italia ini tak mengizinkan pemainnya untuk tampil di hadapan umum dengan gaya casual.

“Saat mengenakan pakaian casual, mereka terlihat tidak profesional,” kata Capello.

  1. Neil Lennon
    Eks manajer Bolton Wenderers ini melarang setiap pemain yang dilatihnya menggunakan beanie hats atau kupluk saat berlatih di cuaca dingin. Dia berkata, “Jika pemain ingin merasa hangat saat berlatih di cuaca dingin, mereka harus berlari, bukan mengenakan penghangat kepala”.
  2. Giovanni Trapattoni
    Saat menangani Tim Nasional Irlandia, pelatih kelahiran Cusano Milanino ini melarang pemainnya mengonsumsi jamur.

“Jika mereka memakan jamur, saya rasa keesokan harinya mereka akan ‘ooh-ah’,” katanya.

  1. Sir Alex Ferguson
    Manajer legendaris Manchester United ini ternyata juga memperhatikan penampilan para pemainnya. Sebagai orang yang kontra dengan sepakbola modern, Fergie (sapaan Ferguson) melarang pemainnya, apalagi di level yunior memakai sepatu berwarna. Hanya warna hitam yang diperbolehkan.

Salah satu mantan anak didiknya, John O’Shea mengatakan, “Di tim muda atau tim senior, tidak ada pembatasan. Tapi, jika para pemain mengenakan sepatu dengan warna mencolok dan tidak bermain bagus, hampir bisa dipastikan Anda akan tersingkir”.

  1. Remi Garde
    Garde memang tak lama menjabat sebagai pelatih di Aston Villa. Namun, dia memberlakukan peraturan kepada skuatnya untuk bisa berbahasa Prancis, yang notabene negara asalnya.

“Ini penting untuk kami bisa memahami satu sama lain,” katanya.

  1. Pep Guardiola
    Manajer Manchester City ini menerapkan peraturan kepada pemain untuk tidak mengendarai mobil sport untuk bekerja. Aturan ini dibuatnya saat masih menangani Barcelona.

Zlatan Ibrahimovic, mantan pemainnya di Barcelona, tak senang dengan aturan ini, dan menuliskan di dalam bukunya. “Saya rasa ini peraturan yang bodoh. Kendaraan apa yang saya gunakan jelas tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Jadi, saya tetap mengendarai Ferrari Enzo ke tempat latihan,” tulis Ibra. []


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *