Semut Hitam, Album Rock Paling Laris Sepanjang Sejarah di Indonesia

11
-  - Semut Hitam, Album Rock Paling Laris Sepanjang Sejarah di Indonesia -
Foto diambil dari wikipedia

INSPIRADATA. Kalau Anda suka musik rock, dan Anda tidak tahu God Bless, maka Anda bukanlah hanya seorang penikmat musik rock amatir. Kenapa memangnya? God Bless adalah grup musik rock paling hebat yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Dan berbicara soal God Bless, ada satu album dari grup yang identik dengan Achmad Albar ini, yakni Semut Hitam.

Semut Hitam adalah album ketiga dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1988. Album ini dirilis dengan jarak waktu yang cukup lama dari album terakhir yang berjudul Cermin (1980). Kembalinya mereka ini menorehkan prestasi yang luar biasa.

Album ini meledak di pasaran dan menjadi album terlaris God Bless sepanjang sejarah. Sukses album ini antara lain berkat lagu andalan album ini berjudul Kehidupan yang langsung berhasil menggebrak setelah dirilis. Sukses single ini dilanjutkan oleh hits berikutnya dari album ini yaitu Rumah Kita.

Album ini berhasil mengangkat kembali nama God Bless ke puncak popularitas, sekaligus menjadi motivator bagi banyak kelompok rock yang kemudian muncul pasca sukses God Bless saat itu.

Walau demikian, Semut Hitam tidak lahir begitu saja. Butuh proses berliku dalam pembuatannya. Semua diawali dari kepulangan Donny Fattah ke Indonesia. Melalui kumpul-kumpul dengan rekan-rekannya di God Bless (Achmad Albar dan Ian Antono), muncul gagasan untuk kembali menghidupkan band ini.

Maka diajaklah Yockie suryo Prayogo dan Teddy Sujaya yang saat itu sedang naik daun bersama band solonya, TAG (Teddy, Arthur, Gideon). Melalui promotor Log Zhelebour, pada tahun 1986 God Bless menjalani tur keliling dengan repertoar berupa lagu-lagu Deep Purple plus beberapa lagu dari album pertama mereka dan album Cermin.

Selesai menjalani tur, Log menggelontorkan ide untuk merilis album. Maka muncullah Semut Hitam yang legendaris ini.

Dari sisi musikal, Semut Hitam sangat berbeda dengan kedua album sebelumnya. Dalam “Huma Di Atas Bukit” (1976) dan “Cermin” (1980), warna progresifnya masih sangat kental. Namun saat Semut Hitam digarap, era progresif rock sudah memudar dan digantikan dengan era glam metal yang lebih mengutamakan beat. Maka muncullah lagu-lagu seperti Kehidupan, Semut Hitam, Badut-badut Jakarta, Trauma, dan Bla Bla Bla.

“Waktu itu zaman progresif memang sudah lewat,” tutur Teddy Sujaya, drummer God Bless di album ini. “Dulu kan kita nengoknya ke band-band seperti Deep Purple, Kansas, Genesis. Masuk pertengahan 80-an, yang laku itu musik-musik rock yang nge-beat seperti Van Halen, Europe.”

Donny Fattah, salah satu motor dalam penggarapan album Semut Hitam ikut angkat bicara, “Sebelum Semut Hitam, setiap manggung, God Bless sebagian besar membawakan lagu barat. Setelah album ini, kami fokus membawakan karya-karya sendiri di panggung. Awalnya orang memang bengong, tapi lambat laun mereka terbiasa bahkan ikut menghapal lagu-lagu kami.”

“Sekitar tahun 1986 saya diajak gabung kembali oleh teman-teman,” ucap Yockie Suryo Prayogo. “Saya jawab, ‘OK’, tapi syaratnya harus membawakan karya sendiri, jangan lagi memainkan lagu-lagu orang.”

Tahun 2007, Semut Hitam dirilis kembali dalam format kaset dan CD, memberikan kesempatan pada generasi muda untuk ikut mencicipi awal mula kejayaan Rock Indonesia. []

Sumber:
1. Wikipedia
2. http://www.godblessrock.com/reviews/semut-hitam/

(Visited 19 times, 1 visits today)
loading...
loading...