Foto: Reference.com

Alasan Apa Muslimah Tidak Istimewa?

Foto: Reference.com

INSPIRADATA. Sebagian orang bilang susah jadi muslimah, lihat saja peraturan di bawah ini:

1. Muslimah, auratnya lebih susah dijaga daripada pria.
2. Muslimah, perlu meminta izin dari suaminya jika hendak keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Muslimah, haknya sebagai saksi lebih kecil daripada pria.
4. Muslimah, menerima harta warisan lebih kecil daripada pria.
5. Muslimah, harus menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Muslimah, wajib taat kepada suaminya tetapi suami tidak wajib taat pada isterinya.
7. Muslimah, talaknya terletak di tangan suami dan bukan padanya.
8. Muslimah, kurang dalam beribadat karena masalahhaid dan nifas yang tak ada pada pria.

Tidak heran jika orang-orang itu tidak capek-capeknya berkampanye untuk “memerdekan muslimah”.

Pernahkah kita lihat kenyataan di balik itu?

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik, sudah pasti intan permata tidak akan dibiar tergeletak bukan? Itulah ibaratnya seorang muslimah.

Muslimah wajib taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Muslimah menerima harta warisan lebih sedikit dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerimanya, perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.

Muslimah bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan bertanggungjawab atas empat wanita: isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Seorang wanita, tanggungjawab dibebankan kepada 4 orang lelaki: suaminya, ayahnya, anak lelakinyadan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga yang disukainya cukup dengan empat syarat saja:

– Shalat lima waktu

– Puasa di bulan Ramadhan

– Taat pada suaminya

– Menjaga kehormatannya

Seorang lelaki perlu pergi berjuang di jalan Allah, tetapi wanita jika taat akan suaminya
serta menunaikan tanggungjawabnya kepada Allah akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berjuang di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.

Jadi, mengapa tidak ada alasan jadi istimewa untuk jadi Muslimah? []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Terlanjur Haid, Shalat Belum Dikerjakan, Apakah Harus Mengganti?

Sebaliknya dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, kewajiban shalatnya tidak gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *