Unik, Informatif , Inspiratif

14 Cara untuk Sembuhkan Pikun

0

Dengan pikun, Tuhan membuat seorang lansia melupakan luka-luka sejarah hidupnya. Bagi Lansia yang memiliki karakter keras, kasar, penuh kedengkian, kebencian, maka pikun menjadi jalan damai di akhir hidupnya.

Bisa jadi, karena pikunlah, seorang lansia bisa melupakan rasa bencinya pada seseorang. Karena pikun, seseorang lupa dengan ketamakankannya, yang menguras energi dalam mengatur kekayaannya.

Individu pikun pun mendapat rasa maklum dan simpati yang ajaib. Semua kesalahan karena kepikunannya seolah dimaafkan oleh lingkungan.

Namun demikian, tetap saja orang pasti memilih ‘tidak pikun’ sampai akhir hidupnya. Berikut beberapa saran kami untuk menyembuhkan penyakit lupa-ingat.

1. Senantiasa memusatkan pikiran kepada Sang Pencipta.

Mengaji dipercaya sebagai metode ajaib dalam menunda kepikunan. Bacaan-bacan yang menggetarkan rongga mulut, pada gilirannya menggetarkan kepala, dan dipercaya mengaktifkan syaraf-syaraf di sana.

BACA JUGA: Kesepian Jadi Sebab Pikun?

2. Beraktivitas dan jangan diam terus seharian.

Jika anda sudah berumur dan anak-anak sudah dewasa sehingga ada kecenderungan tidak ada kerjaan alias diam saja. Karena anak sayang sama orang tuanya maka semua pekerjaan mereka hendle (diselesaikan). Seharian duduk saja sambil menonton televisi jelas tidak baik bagi kesehatan otak. Oleh karena itu, jangan biarkan anak terlalu memanjakan orang tuanya melainkan ambil beberapa pekerjaan ringan untuk diselesaikan sendiri sebab tanpa aktivitas memberi manfaat maka hidup akan menelanmu menjadi seorang penderita pikun akut maupun kronis.

3. Berkomunikasi dengan sesama.

Jumlah kata yang keluar dari mulut anda ditentukan oleh memori (daya ingat) dan kecerdasan. Jangan menyendiri terus seharian melainkan gunakan beberapa kosa kata positif untuk saling berkomunikasi atau setidaknya saling berbagi informasi dengan sesama manusia. Ramah tamah juga merupakan salah satu indikator kecerdasan intelektual dan emosional seorang manusia. Hewan-hewan (terutama pemangsa) di padang belantara juga tidak dapat melakukannya kecuali semut. Oleh karena itu, belajarlah ramah tema.

Ingatlah bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan secara tatap mata (komunikasi langsung) melainkan dapat juga diungkapkan melalui karya seni (tulisan, pantun, cerpen, cerita, lukisan, patung, ukiran, puisi, lagu, tarian dan lain sebagainya) dan bisa juga melalui teknologi (hanphone, telepon, SMS, surei, gadget dan lain-lain).

4. Belajar seumur hidup.

Related Posts
1

10 Penyebab Pikun

5. Kurangi kejadian stres.

Stres adalah masalah hati. Kemampuan anda memanajemen pikiran sangat tergantung pada angka kejadian stres. Bagaimana kami harus mengatakan kepada anda tentang dunia ini? Berusaha semaksimal mungkin, terima hasilnya apa adanya, hindari menolak tekanan (itu sudah sewajarnya, sudah sepantasnya), peduli dan santun/ ramah kepada sesama di saat yang tepat dan acuh tak acuh juga disaat yang tepat. Anda butuh pengalaman pribadi (langsung ke TKP) dan harus bijak dalam menentukan pilihan terbaik.

6. Mengkonsumsi makanan yang seimbang.

7. Herbal ajaib.

Bawang putih, bawang merah dan jahe adalah bumbu dapur yang sangat baik bagi kesehatan. Disamping ketiganya memiliki antioksidan yang tinggi, bawang putih juga diketahui sebagai salah satu bahan alami yang dapat mencegah dan menurunkan resiko pikun usia dini.

BACA JUGA: Sains: Orangtua Bisa Kontrol Kata Pertama yang Diucapkan Bayi

8. Mineral ajaib.Mineral secukupnya (garam)

9. Berolahraga secara rutin.

10. Berhenti merokok dan meniadakan kebiasaan meminum alkohol.

11. Rencanakan kehidupan anda.

12. Buat daftar aktivitas/ kebutuhan dalam buku catatan.

13. Buat pengingat di gadget/ smartphone.

14. Suruh pasangan hidup/ saudara/ sahabat/ teman lainnya mengingatkan Anda. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline