Unik, Informatif , Inspiratif

2 Fakta Kiswah yang Jarang Diketahui

0

Kiswah adalah kain yang digunakan untuk menutupi Kakbah di Makk‎ah, Kain ini biasa bertuliskan kaligrafi yang disulam dengan menggunakan benang emas. Biasanya diganti setiap tahunnya pada 9 Dzulhijjah atau hari di mana jamaah haji berjalan ke Bukit Arafah pada musim haji.

Setiap tahun, kain lama diangkat, dipotong-potong menjadi beberapa bagian kecil dan dihadiahkan kepada beberapa orang, pejabat Muslim asing yang berkunjung dan organisasi asing. Beberapa di antara mereka turut bertukar suvenir Haji. Pembuat kiswah yang terkenal pada masa Jahiliah adalah ad-Dibaj Natilah binti Hibban, ibu dari Abbas bin Abdul Muthalib. Pada masa-masa sebelumnya Umar bin Khattab memotong-motongnya dan membagi-bagikannya kepada para jamaah yang hendak menggunakannya sebagai pelindung dari panasnya suhu kota Makkah.

BACA JUGA: Sang Kaligrafer Kiswah

Biaya pembuatan kain tersebut saat ini mencapai SR 17.000.000. Kain ini memiliki luas 658m2 dan terbuat dari sutera seberat 670 kg. Jahitannya terdiri dari benang emas seberat 15 kg. Kain ini terdiri dari 47 bagian kain dan masing-masing kain memiliki panjang 14m dan lebar 101m.

Selain itu, ada beberapa fakta menarik tentang kiswah yang mungkin belum diketahui umum. Berikut ini fakta-fakta tersebut, sebagaimana dirangkum Okezone:

1. Biaya pembuatan  lebih dari Rp60 miliar

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kain ini diganti setiap tahun pada 9 Dzulhijah. Berarti, setiap tahunnya ada kiswah baru yang dibuat untuk menggantikan kain yang lama.

Pembuatan kiswah baru dilakukan oleh sebuah pabrik khusus yang berlokasi di Makkah. Biaya pembuatan selembar kain itu dilaporkan mencapai 17 juta riyal atau sekira Rp60 miliar.

Kain ini terbuat dari 670 kilogram (kg) kain perak yang diwarnai hitam. Sekira 120 kg emas murni dan 50 kg perak digunakan untuk menulis kaligrafi ayat-ayat Alquran di kain tersebut. Total lebar kain  mencapai 658 meter persegi.

BACA JUGA: Inilah Sosok Orang yang Menghancurkan Ka’bah di Akhir Zaman

2. Tidak selalu berwarna hitam

Selama ini kain tersebut yang menyelimuti Kakbah identik dengan warna hitam dan sulaman kaligrafi emas. Ternyata, dahulu kain kiswah terdiri dari berbagai warna, seperti merah, putih, dan hijau.

Penggunaan warna hitam untuk kain  diduga dimulai pada masa pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah yang berdiri sejak 750 masehi sampai 1258 masehi. Warna keluarga kerajaan Dinasti Abbasiyah adalah hitam, yang digunakan sebagai warna kiswah sampai hari ini. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.