200 Warga Korban Gempa Pidie Mengungsi Di Masjid

INSPIRADATA. Gempa susulan terus terjadi. Terakhir jelang dini hari tadi, gempa 5,0 SR berpusat di Aceh Besar getarannya juga terasa cukup kuat hingga ke Pidie Jaya.

Sekira 200 lebih warga yang tinggal dekat pantai di Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, Aceh mengungsi ke Masjid Baitul Aman Ulim. Warga yang mengungsi di Masjid Baitul Aman berasal dari Gampong (Desa) Tijien, Geulanggang, Meunasah Bueng, dan Ulim Baroh. Desa-desa tersebut berada dekat bibir pantai dan ikut disapu tsunami pada 26 Desember 2004.

Mereka tak berani tidur di rumah karena takut dengan gempa dan trauma tsunami. Warga memilih berkumpul dan tidur di tempat terbuka karena trauma dengan gempa 6,5 skala richter (SR) pagi kemarin yang merenggut lebih 90 lebih nyawa manusia.

“Masyarakat tidak berani tidur di rumah apalagi sekarang listrik padam sehingga gelap dan gempa (susulan) masih terjadi,” kata Martunis, seorang warga yang ikut mengungsi di Masjid Baitul Aman seperti dilansir dari Okezone.

Daerah Pidie Jaya saat ini masih gelap gulita karena listrik masih padam. Di lokasi pengungsian warga hanya diterangi mesin genset. Sebagian warga yang mengungsi di Masjid Baitul Aman adalah anak-anak, bayi, perempuan dan orang lanjut usia. Mereka hanya tidur beralaskan tikar yang dibawa di rumah masing-masing.

Martunis mengatakan, belum ada bantuan yang diperoleh warga pengungsi di sana. Padahal warga terutama bayi sangat membutuhkan makanan. “Makanan bayi tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Selain makanan bayi, warga sangat membutuhkan selimut dan karpet untuk tidur. Selimut dibutuhkan karena cuaca di Pidie Jaya saat ini dingin selepas diguyur hujan usai guncangan gempa.

Warga berharap bantuan dari pemerintah dan semua pihak dapat segera mereka terima.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *