Unik, Informatif , Inspiratif

2019, Dana Haji Diinvestasikan di Saudi

0

Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa pihaknya akan berstrategi untuk memulai investasi pada 2019 mendatang. Investasi akan dilakukan di bidang perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi.

Anggito menjelaskan dalam rencana investasi ini, pihaknya menggandeng Islamic Development Bank (IDB). Selain itu BPKH juga bekerja sama dengan beberapa BUMN seperti BRI, Garuda Indonesia, dan Pertamina untuk mewujudkan rencana investasi ini.

Anggito menyampaikan, selain rencana investasi bidang perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi, bentuk investasi lain dana haji yaitu deposito dan sukuk korporasi. Terkait nilai investasi di Arab Saudi, Anggito mengatakan sekitar 20 persen dari total dana yang dikelola.

BACA JUGA: Larangan Haji Warga Palestina Hoaks, Dubes Saudi: Berita Itu Buatan Israel dan Inggris

“20 Persen, ditambah investasi lain. Kita prioritaskan yang sudah ada di dalam life line kita,” jelasnya.

Rencana investasi strategis ini disampaikan Anggito dalam pembukaan rapat kerja BPKH di auditorium Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Tujuan Investasi yang dilakukan di Arab Saudi ini adalah untuk mempermudah akomodasi maupun transportasi bagi para jemaah haji dan umrah, khususnya dari Indonesia.

Anggito juga mengatakan, “Iya insya Allah tahun depan. Ini kan negonya cukup lama. Kita sudah ke sana, kita sudah kasih offering, mereka sudah kasih offering,”

BACA JUGA:   Tiap Shalat Fardu, Jemaah Haji Lakukan Shalat Jenazah di Masjidil Haram

Hingga kini BPKH mengelola dana sebesar Rp 111,8 triliun. Dibanding tahun 2017 Nilai ini meningkat yaitu Rp 102,7 triliun. Tahun depan ditargetkan meningkat menjadi Rp 121,3 triliun dan mencapai Rp 150,7 triliun pada 2022 mendatang.

Anggito menyampaikan, selain rencana investasi bidang perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi, bentuk investasi lain dana haji yaitu deposito dan sukuk korporasi. Terkait nilai investasi di Arab Saudi, Anggito mengatakan sekitar 20 persen dari total dana yang dikelola.

“20 Persen, ditambah investasi lain. Kita prioritaskan yang sudah ada di dalam life line kita,” jelasnya. []

SUMBER: MERDEKA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline