AC, 25 Ribu Rumah di Bangladesh Pakai AC dari Botol Bekas, Mau Coba?
Unik, Informatif , Inspiratif

25 Ribu Rumah di Bangladesh Pakai AC dari Botol Bekas, Mau Coba?

0

AC, 25 Ribu Rumah di Bangladesh Pakai AC dari Botol Bekas, Mau Coba?INSPIRADATA. Indonesia adalah daerah tropis yang iklim dan cuacanya tidak terlalu panas dan tidak juga dingin. Mungkin panas baru akan terasa di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Gerah ditambah serangan nyamuk yang membabi buta, tidur pun pasti tidak nyaman. Dulu mungkin yang digunakan untuk mendinginkan badan adalah kipas yang digerakkan dengan tangan. Namun sekarang kipas seperti itu sudah digantikan kipas angin.

Teknologi yang lebih modern adalah AC. Namun, hanya sebagian orang yang mampu. Karena harganya cenderung mahal. Selain itu, energy listrik yang diperlukan juga lumayan besar.

Jika ingin mendapatkan udara segar layaknya AC mahal, kita bisa belajar dari orang-orang di Bangladesh ini. Negeri yang sering sekali dilanda cuaca panas hingga lebih dari 45 derajat celcius punya cara unik mengatasi suhu panas. Berhubung sebagian penduduknya berekonomi rendah sehingga tidak memungkinkan untuk membeli barang elektronik sebagai pendingin ruangan seperti AC dan kipas angin, mereka menciptakan AC yang unik.

Related Posts
1

Tips Rawat AC Mobil Tetap Dingin dan Awet

Tak ada rotan akar pun jadi, begitulah ribuan orang di negara dengan Ibu Kota Dhaka tersebut menyikapi cuaca panas dan tidak adanya listrik. Mereka memanfaatkan  botol bekas, suhu dalam ruangan bisa diturunkan. Bukan satu dua derajat saja, tapi hingga 10 derajat celcius.

Untuk membuat pendingin tersebut  hanya perlu beberapa botol bekas dan sebuah papan sebagai bahan utamanya. Potong botol di bagian tengah, kemudian gunakan bagian atasnya untuk kemudian ditancapkan pada papan. Tentu saja sebelumnya papan yang telah disiapkan diberi lubang sebesar tutup botol.

Cara kerja ini mirip dengan mulut manusia,  Angin yang masuk ke botol dan keluar melalui tutup botol dihempaskan dengan tekanan yang lebih kuat. Hembusan angin yang bertubi-tubi membuat suhu udara dalam ruangan menurun secara perlahan.

Alat tersebut saat ini telah terpasang di lebih dari 25.000 rumah di Bangladesh. Pendingin buatan tanpa listrik ini tentunya lebih ramah lingkungan. Jika diterapkan bisa menghemat banyak energi dan biaya.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.