Mengejutkan, Rumah Sakit Terbakar Karena Kentut Pasiennya

kentutINSPIRADATA. Kentut adalah hal yang wajar di kehidupan sehari-hari.  Memang sering dianggap mengganggu karena bunyi ataupun baunya yang membuat orang di sekitar tutup hidung. Tapi, secara medis, kentut justru baik bagi kesehatan. Sejauh ini, kentut memang tidak berpotensi merugikan secara berlebihan. Namun, kabar yang dilansir dari Asashi Shimbun, sebuah surat kabar Jepang justru mengejutkan.

Pada dasarnya tidak ada hal yang aneh jika manusia mengeluarkan gas (kentut) dari tubuh. Namun, ternyata hal yang mengejutkan dan cukup merugikan terjadi di Jepang. Seorang pasien yang kentut telah menyebabkan kebakaran rumah sakit. Bagaimana peristiwa ini terjadi?

Seorang  pasien berusia 30 tahunan yang tidak disebutkan namanya ini sedang menjalani operasi bedah rahim di Rumah Sakit Universitas Medis Tokyo. Selama proses berlangsung dia terus menerus buang angin. (kentut). Secara mengejutkan, tiba-tiba api tersulut, kemudian membakar ruangan operasi tersebut. Kebakaran itu mengakibatkan ruang operasi hangus total. Sang pasien pun mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

Dalam berita yang dimuat di surat kabar Jepang ini tertulis tidak ada gas yang mudah terbakar dalam ruang operasi. Keterangan dalam berita itu menambahka,  pihak rumah sakit justru menduga gas kentut pasien lah yang menjadi pemicu kebakaran itu.

“Mereka percaya bahwa gas itu menyala karena laser. Mereka yakin tidak ada bahan yang mudah terbakar di ruang operasi,” kutipan isi berita dari Asashi Shimbun. “Ketika gas usus pasien bocor, itu menyulut radiasi laser dan berubah menjadi api. Pembakaran menyebar hingga akhirnya seluruh ruang operasi terbakar.”

Faktanya, kentut atau istilah medisnya flatus, adalah udara dalam usus. Komposisinya pun bermacam-macam, mulai dari nitrogen, karbondioksida, hidrogen, methane dan oksigen. Dibanding gas lainnya, hidrogen dan methane merupakan zat yang paling yang mudah terbakar. Dengan demikian, kentut  tidak boleh di sembarang tempat, situasi dan kondisi juga harus dipertimbangkan sebelum kentut buang angin.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *