fans argentina bunuh diri
Foto: Reuters

3-0, Argentina, Messi, dan Perbandingan dengan Cristiano Ronaldo

 

Ribuan wajah yang dicat putih dan biru, muram dan berkaca-kaca di Nizhny Novgorod Stadium segera setelah peluit akhir dibunyikan. Argentina, tim yang penuh bakat dan disorot karena Lionel Messi, memasuki Piala Dunia dengan harapan besar dan kekhawatiran mendalam tentang skuatnya.

Setelah dua pertandingan—satu yang sulit melawan Islandia yang kecil dan kekalahan 3-0 yang sangat mengecewakan melawan Kroasia pada Kamis dini hari tadi (21/06/2018)—Argentina terdampar di ujung tanduk di Grup D. Kroasia, dengan Luka Modric, Mario Mandzukic dan Ivan Rakitic, membungkam Albiceleste.

BACA JUGA: Ini Alasan Cristiano Ronaldo Pelihara Jenggot di Piala Dunia 2018

Adalah blunder kiper Argentina, Willy Caballero yang membuka skor untuk Kroasia. Caballero sudah berusia 36 tahun dan hanya jadi di Chelsea. Ia dipanggil untuk mengawal Argentina setelah Sergio Romero mengalami cedera lutut. Umpannya di menit ke-53 memberikan hadiah gol bagi Ante Rebic.

Argentina segera merespon, tetapi Modric memberikan belati pada menit ke-80 dengan tembakan melengkung yang brilian dari atas kotak penalti. Di menit akhir, Rakitic menyelesaikannya dengan gol ketiga. Ketiga gol itu membunuh Argentina di pertandingan ini.

 

Kroasia hampir pasti memesan tiketnya ke babak 16 besar. Di fase itu, mereka akan menjadi lawan yang berbahaya bagi tim manapun. Argentina, sebaliknya, akan menghadapi jalan sangat terjal karena ketidakmampuannya untuk bermain khusyu dalam dua pertandingan pertamanya.

Messi, secara alami, akan menanggung beban dari itu, karena ia memperlihatkan kinerja yang mengecewakan dan terlepas hasil dengan Kroasia ini. Di atas itu, akan datang perbandingan yang tak terelakkan dengan Cristiano Ronaldo, yang saat ini memimpin Piala Dunia dengan empat gol dan memberi Portugal satu hasil imbang dan satu kemenangan.

BACA JUGA: Islandia Ukir Sejarah di Piala Dunia

Piala Dunia Messi masih belum berakhir, tetapi bakat saja tidak dapat membawa Argentina keluar dari lubang yang telah diciptakan untuk dirinya sendiri. Untuk itu, tim harus bersama melawan Nigeria pada hari Selasa mendatang.

Bisa lolos, Argentina? []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *