Unik, Informatif , Inspiratif

3 Fakta Trofi Piala Dunia yang Jarang Diketahui

0

Sebuah trofi adalah simbol dan lambang kebanggaan bagi tim yang berhasil menjuarai suatu kompetisi. Begitu juga dengan trofi Piala Dunia. Adalah kebanggaan yang dirasakan ketika mendapatkan trofi tersebut.

Berikut beberapa fakta tentang trofi Piala Dunia yang diperebutkan dari tahun 1930.

[bs_smart_list_pack_start][/bs_smart_list_pack_start]

1. FIFA Piala Dunia

Detail trofi Piala Dunia FIFA 2018 selama FIFA World Cup Trophy Tour di Paris (20/3). Piala Dunia 2018 diselenggarakan 14 Juni dan 15 Juli 2018 di Rusia. (AFP Photo/Franck Fife)
Pada hajatan Piala Dunia 1974, trofi baru pun didesain dan dibuat. Dari banyak desain, akhirnya terpilihlah satu pemenang.

Pemenangnya bukan lain pematung asal Italia, Silvio Gazzaniga. Satu dari dua desain yang dia kirimkan terpilih jadi pemenang. Dan, jejak Gazzaniga yang mewakili Italia terpatri hingga kini di setiap gelaran Piala Dunia. Bukan itu saja, Gazzaniga juga tampil sebagai perancang trofi Piala UEFA dan Piala Super UEFA.

BACA JUGA: Tersingkir dari Piala Dunia 2018, Ini 8 Fakta Menarik Sang Juara Bertahan Jerman

Sebelumnya, trofi akan diboyong oleh negara pemenang. Namun, demi menjaga keamanan, hal tersebut tidak lagi dilakukan. Kini, pemenang cukup membawa pulang replika piala yang terbuat dari perunggu berlapis emas. Trofi Piala Dunia asli tetap disimpan di FIFA World Football Museum di Zurich, Swiss.

2. Dewi Nike

Trofi Piala Dunia pertama diberi nama oleh Presiden FIFA ketiga, Julies Rimet. Petinggi Federasi Sepak Bola Dunia berdarah Prancis ini menjadi orang yang bertanggung jawab untuk membuat dan menyelenggarakan gelaran Piala Dunia, setelah dia lolos dalam pemilihan suara untuk memulai kejuaraan sepak bola global pada 1929.

Trofi pertama didesain Abel Lafleur dengan desain Dewi Kemenangan Yunani, Nike. Bentuk dari trofi seperti seorang perempuan yang sedang memanggul sebuah cawan. Perempuan itu memiliki sayap seperti seorang peri.

Trofi ini terbuat dari bahan perak murni berlapiskan emas yang terkenal dengan julukan ‘The Golden Goddness’. Nama tersebut diubah untuk menghormati Presiden FIFA ketiga. Setelah pelaksanaan Piala Dunia kedua pada 1946, nama trofi tersebut berganti menjadi Piala Jules Rimet.

BACA JUGA: Kandas di Piala Dunia 2018, Oezil Ribut dengan Suporter Jerman

3. Pernah Dicuri

Pada 1966, tepatnya pada 22 Maret 1966, piala tersebut hilang saat dipamerkan di Westminster Central Hall, Inggris. Atau, empat bulan sebelum negara ini menjadi tuan rumah turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat ini.

Dua hari kemudian setelah pencurian tersebut, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menerima paket dari orang tidak dikenal berisikan bagian atas trofi. Bersama paket tersebut dikirimkan juga sepucuk surat dengan pesan sang pencuri menginginkan tebusan trofi dengan sejumlah uang.

FA dan kepolisian Inggris merancang strategi menjebak pencuri dan pada akhirnya cara tersebut berhasil. Pada 27 Maret, pelaku diketahui bernama Edward Betchley. Hanya saja, penangkapan Edward tidak sepenuhnya membuka kebenaran tentang keberadaan trofi tersebut.

[bs_smart_list_pack_end][/bs_smart_list_pack_end]

Namun, di South London, seekor anjing bernama Pickles menemukan trofi tersebut yang terbungkus koran. Dave Corbett, pemilik anjing, mengembalikan piala tersebut dan Pickles mendapatkan suplai makanan seumur hidupnya. []

SUMBER: WORMTRADERS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.