azab lupakan alquran
Foto: Newsweek

3 Manfaat Menghafal Alquran bagi Kesehatan

Kitab suci Al-Qur’an selain untuk dibaca atau biasa disebut tilawah, juga dianjurkan untuk dihafal. Menghafal Al-Qur’an juga bisa dikatakan sebagai salah satu upaya agar seorang muslim dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Namun ternyata selain juga dapat mendekatkan diri, menghafal Al-Qur’an juga akan berdampak pada kesehatan bagi si penghafal tersebut. Masa sih?

Sebagaimana dilansir dari laman Annida Online, berikut manfaat dari menghafal Al-Qur’an dari segi kesehatan, di antaranya:

Memberikan Ketenangan Jiwa

Sudah tahukan, kalau mayoritas penyakit itu disebabkan pikiran yang tidak tenang? Iya, jadi semakin kita berfikiran negatif, maka aura-aura negatif itu juga akan selalu mengelilingi kita. Akibatnya, seseorang akan menjadi murung, pemarah, gelisah, dan sebagainya.

Dr. Al-Qadhi dalam penelitian di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, mampu membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan Al-Qur’an terbukti mampu menghadirkan ketenangan jiwa, meskipun seseorang itu tidak mengetahui bahasa Arab dan tidak mengetahui bahwa yang diperdengarkan kepada mereka itu adalah Al-Qur’an.

Terhindar dari Kepikunan

Ketika seseorang menghafal Al-Qur’an, maka hafalan yang sudah berhasil dicapai harus di muraja’ah agar hafalan tersebut tidak hilang. Apalagi kalau sudah hafal 30 Juz, perlu semakin sering memuraja’ah hafalan.

Hal ini senada dengan pendapat M. Ngalim Poerwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan, jika sel-sel otak bekerja atau difungsikan terus dengan hal-hal positif dan aktif, maka akan menjadi lebih kuat.

Menstimulus Otak dan Meningkatkan Kecerdasan

Dr Abdurrahman Abdul Kholik menyatakan bahwa usia anak-anak dari lima tahun hingga dua puluh tiga tahun adalah usia manusia dengan kekuatan hafalan yang sangat bagus.

Selain itu, Dr. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, dosen Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh dalam penelitiannya juga menyimpulkan bahwa semakin banyak hafalan Al-Qur’an yang dimiliki oleh siswanya, maka siswa tersebut cenderung memiliki tingkat kesehatan mental yang lebih baik. Kesehatan mental ini berpengaruh terhadap pengembangan keterampilan dan prestasi akademik siswa di sekolah.

Allah SWT berfirman:

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al-An’am: 204). []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *