Foto: Football365

3 Mitos Sepakbola ini Pasti Buat Anda Tercengang

Banyak mitos dalam sepakbola yang sulit dipercaya. Namun ternyata, mitos-mitos itu benar-benar terjadi.

Mitos yang terjadi ini beragam pula wujudnya. Ada yang berupa mitos tak pernah menang, mitos selalu gagal meraih gelar juara, sampai yang mengerikan seperti kutukan.

Mitos-mitos yang terjadi ini ada yang sudah bertahan lama. Tapi ada juga yang baru muncul di era sepak bola modern sekarang.

Dilansir dari Sports Keeda, berikut tiga mitos yang saat ini belum terpatahkan di sepak bola.

  1. Tottenham tidak bisa finish di atas Arsenal

Sejak Arsene Wenger masuk ke Arsenal pada tahun 1996, ada satu hal yang bisa pastikan di tiap musimnya. Arsenal memang selalu bisa finish di atas rivalnya di London Utara, Tottenham Hotspur. Kecuali tentu saja dua musim terakhir, Spurs bisa selalu masuk empat besar, dan Arsenal harus puas hanya berlaga di Liga Eropa musim depan.

Foto: The Jewish Chronicle
  1. Kutukan Bela Guttman pada Benfica

Ini mungkin menjadi salah satu mitos paling terkenal di sepak bola. Ya, kutukan Bela Guttman terhadap mantan klubnya Benfica.

Cerita bermula saat Guttman sukses mengantarkan Benfica memenangkan Liga Champions di musim 1961 dan 1962. Karena keberhasilannya tersebut, Guttman pun merasa berhak meminta kenaikan gaji pada manajemen Benfica.

Namun permintaan Guttman ditolak. Murka dengan hal itu, Guttman pun berhenti dari pekerjaannya tersebut sembari mengucapkan kutukan pada Benfica. “Benfica tidak akan pernah menjadi juara Eropa dalam jangka waktu 100 tahun dari sekarang,” kata Guttman.

Sejak saat itu, Benfica memang tidak pernah lagi menjadi juara di Eropa. Entah ini apakah memang kutukan itu bekerja atau tidak. Padahal, sudah delapan kali Benfica masuk final di turnamen tingkat Eropa. Rinciannya, lima kali final Liga Champions (1963, 1965, 1968, 1988, dan 1990) dan tiga kali final Liga Europa (1983, 2013, dan 2014).

Foto: PanamericanWorld
  1. Kegagalan Messi bersama timnas Argentina

Mitos terbaru yang tercipta di sepak bola modern adalah mitos kegagalan Messi bersama timnas Argentina senior. La Pulga cuma berhasil mempersembahkan medali emas Olimpiade 2005 bersama timnas Argentina junior.

Messi sebetulnya memiliki empat kesempatan membawa Argentina juara. Kesempatan pertama terjadi di final Copa America 2007. Namun ketika itu, Argentina gagal juara setelah ditaklukkan seteru abadinya, Brasil.

Kesempatan kedua Argentina datang tujuh tahun kemudian saat Messi membawa Argentina masuk Final Piala Dunia 2014. Bermain di Maracana, Argentina harus menghadapi salah satu rivalnya asal Eropa, Jerman.

Dewi Fortuna masih belum memihak Messi usai Argentina kalah 0-1 dari Jerman. Dua kekalahan di final berikutnya terjadi di final Copa America 2015 dan 2016. Di dua final itu, Argentina menyerah dari Cile.

Bahkan kekalahan terakhir tampaknya begitu memukul Messi. Tak lama setelah pertandingan, Messi pun memutuskan pensiun dari timnas. Jelang Piala Dunia 2018 di Russia, Messi namun kembali lagi. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *