2 penyebab galau
Foto: bossfight

3 Pendorong untuk Perubahan Diri

Banyak di antara kita yang ingin berubah. Namun sedikit orang yang komintmen dalam perubahan. Seringkali ada saja alasan-alasan yang muncul untuk menghentikan langkah kita ketika hendak melakukan perubahan. Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan agar tetap semangat dan bergerak untuk berubah? Ya, jawabannya adalah temukan pendorong diri.

Manusia mau melakukan sesuatu, pasti ada hal yang mendorongnya untuk bebuat demikian. Dalam hidup ini setidaknya ada tiga pendorong diri yang akan menggerakan kita untuk berubah.

Pendorong yang pertama adalah pendorong materi. Seseorang tergerak untuk melakukan sesuatu karena ada dorongan nilai materi. Misal, seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan untuk mendapatkan gaji setiap bulannya. Dorongan dia untuk bekerja adalah untuk mendapatkan gaji (uang).

Pendorong yang kedua adalah pendorong emosional. Kita sering melihat tatkala ada keluarga, saudara, atau sahabat kita yang sedang tertimpa musibah. Maka, tentu kita akan berusaha untuk menolongnya tanpa berharap imbalan apapun darinya. Tindakan pertolongan kita ini tidak lain adalah hasil dari dorongan emosional.

Lalu yang terakhir adalah pendorong spiritual. Inilah pendorong yang memiliki dampak begitu kuat bagi diri kita. Mengapa demikian? Karena dorongan ini muncul atas kesadaran terhadap sang Pencipta kita Allah swt. Coba kita perhatikan, seseorang yang berubah karena Allah, melakukan sesuatu karena Allah dan diniatkan untuk beribadah kepada Allah. Maka, ia akan senantiasa untuk bersemangat dalam melakukan segala aktivitas tersebut. Meski, ia tidak dibayar sepeser pun.

Inilah ketiga pendorong perubahan yang dapat kita temukan dalam kehidupan. Jika Anda masih sulit atau enggan untuk berubah, maka mulailah dengan mencari dorongan apa yang akan membuat anda bergerak dan mau berubah. []

 

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

ibadah umrah di bulan ramadhan

Kalkulasi Ghaib di Sekitar Kabah

ketakjuban adalah salah satu anugrah tuhan. Karena hanya dengan ijinNYAlah, ketakjuban membuat seseorang menjadi beriman, bersyukur, dan merasakan segalanya menjadi manis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *