Foto: thelallantop.com

4 Aspek Keberhasilan Seorang Muslim Raih Berkah Ramadhan

Ramadhan sebentar lagi. Kedatangannya tinggal menghitung hari. Setiap muslim tentu harus mempersiapkan diri secara optimal agar bisa meraih sukses pada bulan penuh berkah ini.

Berdasarkan nas-nas syariah, sukses Ramadhan bagi seorang muslim bisa dilihat dalam beberapa aspek:

1. Sukses meraih ampunan Allah

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ  عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

Sungguh rugi seseorang yang ketika (nama)-ku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan berlalu darinya sebelum dosa-dosanya diampuni. Sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan renta, tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukkan dia ke dalam surga.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim)

2. Sukses meraih kebaikan Lailatul Qadar

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

Sungguh bulan (Ramadhan) ini telah datang kepada kalian. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang tidak mendapatkan (kebaikan)-nya maka dia tidak mendapat kebaikan seluruhnya. Tidak ada yang diharamkan dari kebaikannya kecuali orang yang bernasib buruk.” (HR. Ibnu Majah).

3. Sukses meraih secara maksimal keutamaan pahala amal saleh yang dilipatgandakan seperti yang Allah janjikan

Jika kesempatan yang terbatas itu terlewatkan, tentu itu merupakan kerugian.

Karena itu, sudah seharusnya setiap muslim memperbanyak amal saleh selama Ramadhan.

Bentuknya bisa berupa: tadarus Alquran, memperbanyak shalat sunnah, membayar zakat, dan meningkatkan sedekah, iktikaf, qiyamul lail, amar makruf nahi mungkar, dan amal-amal taqarrub lainnya.

Walau demikian, amal saleh yang paling utama di sisi Allah adalah apa saja yang Dia wajibkan.

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

مَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِمِثْلِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Tidaklah hamba-Ku bertaqarub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang Aku fardhukan atas dirinya. Hamba-Ku terus bertaqarrub kepada-Ku dengan amal-amal nawafil hingga Aku mencintai dirinya.” (HR. al-Bukhari, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi)

Karena itu amal-amal fardhu tentu harus diprioritaskan sebelum amal-amal sunnah.

Ibn Hajar al-‘Ashqalani menyatakan di dalam Fath al-Bari, sebagian ulama besar mengatakan, “Siapa saja yang fardhunya lebih menyibukkan dia dari nafilah-nya maka dia dimaafkan. Sebaliknya, siapa yang nafilah-nya menyibukkan dia dari amal fardhunya maka dia telah tertipu.”

4. Sukses dalam merealisasi hikmah pensyariatan puasa, yakni mewujudkan ketakwaan

Hal itu sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Buletin Kaffah no. 40, 25 Sya’ban 1439 H – 11 Mei 2018 M

 


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

ibadah hari raya idul adha

Fikih seputar Lebaran, dari Malam Takbiran hingga Shalat Ied

Fikih Lebaran di sini maksudnya adalah sejumlah hukum syara’ yang terkait dengan hari raya Idul Fitri, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah shalat Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *