akibat makanan haram
Foto: Taste

4 Dampak Buruk Konsumsi Makanan Haram

Islam telah mengajarkan umatnya untuk selalu mengkonsumsi makanan yang halal. Karena dalam Islam makan bukan sekadar upaya untuk bertahan hidup, tapi juga bisa bernilai ibadah.

Makan bisa bernilai ibadah ketika dilakukan sesuai dengan adab, diawali juga diakhiri dengan doa dan yang paling penting adalah kehalalan makanan itu sendiri.

Kita diwajibkan untuk mengonsumsi segala sesuatu yang halal dan menjauhi yang haram. Keharaman ini bisa dilihat dari cara mendapatkan makanan tersebut atau bahan yang digunakan.

Ternyata, ada begitu banyak pengaruh makanan haram apabila dikonsumsi. Apa sajakah pengaruhnya? Berikut ulasannya, sebagaimana disitat dari Infoyunik.

BACA JUGA: Benarkah Menikahi Wanita Mandul Itu Haram

Makanan Haram Mempengaruhi Doa

Pengaruh pertama dari makanan haram apabila dikonsumsi, itu dapat mempengaruhi do’a yang kita panjatkan kepada Allah SWT. Hal ini tertuang dalam hadist Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’

Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ia tempuh. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu.

Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?.” (HR Muslim (1686))

Oleh karena itu apabila kita hendak mengkonsumsi sesuatu makanan atau minuman, hendaknya terlebih dahulu mengetahui dari mana kedua hal tersebut berasal. Jangan sampai kita memakan makanan yang haram, sebab dapat berpengaruh terhadap terkabulnya doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT.

BACA JUGA: Benarkah Tidur Selepas Shalat Subuh Hukumnya Haram

Makanan Haram Menurunkan Produktivitas Keimanan

Makanan yang haram ternyata juga bisa mempengaruhi keimanan seseorang. Apabila kita memperoleh segala sesuatunya lewat jalan haram maka sudah pasti kita terjerumus dalam lembah kesesatan.

Lain halnya apabila kita mendapatkan rezeki atau makanan yang halal. Maka itu bisa menjadi salah satu faktor pendorong untuk kita agar senantiasa melakukan amalan shaleh. Allah SWT berfirman:

“Hai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mu’minun: 51)

Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhohhak Rahimahumallah mengatakan yang di maksud makanan yang baik adalah makanan yang halal”. (Tafsir Ibnu Katsir: 10/126)

Ibnu Katsir Rahimahkumullah berkata: “Pada ayat ini Allah ta’ala memerintahkan para rasul Alaihimus Shalatu Wassalam untuk memakan makanan yang halal dan beramal shalih. Oleh karena itu, para nabi benar-benar memperhatikan bagaimana cara memperoleh rizki yang halal. Para Nabi mencontohkan pada kita kebaikan dengan perkataan, amalan, teladan dan nasihat. Semoga Allah memberikan kepada mereka balasan karena telah memberi contoh yang baik bagi para hambanya”. (Tafsir Ibnu Katsir 10/126)

BACA JUGA: Inilah Dampak Buruk Makanan Haram bagi Iman Seorang Muslim

Makanan Haram Mendatangkan Berbagai Penyakit

Tidak hanya dapat menjerumuskan manusia ke dalam lembah dosa, mencari rezeki dan memakan makanan haram juga bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Hal ini bisa berasal dari bakteri yang terdapat di dalam makanan haram tersebut. Oleh karena itu, konsumsilah makanan yang jelas kehalalannya karena dapat mencegah datangnya berbagai penyakit. Allah Ta’ala berfirman:

“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang hani’an (baik) dan mari’an (baik akibatnya)”. (QS. An-nisa’: 4)
.
Imam Al-Qurtubi Rahimakumullah menukil dari sebagian ulama’ tafsir bahwa maksud firman Allah Ta’ala “hani’an Mari’an” adalah Hani’an itu bermakna yang baik lagi enak dimakan dan tidak memiliki efek negatif. Sedangkan Mari’an ialah yang tidak menimbulkan efek samping setelah dimakan, mudah dicerna, dan tidak menimbulkan penyakit atau gangguan”. (Tafsir Qurtubi: 5/27)

BACA JUGA: Haramkah Selonjoran ke Arah Kiblat?

Di Akhirat, Neraka Lebih Pantas Bagi Jasad yang Tumbuh Dari yang Haram

Pengaruh makanan haram yang terakhir adalah para pelakunya akan menjadi penghuni neraka. Bahkan dikatakan bahwa neraka lebih pantas bagi jasad yang tumbuh dari sesuatu yang haram. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap jasad yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih pantas untuknya”. (Shahih, HR Baihaqi, di hasankan oleh imam Tirmidzi, Al-Arna’ut, Al-Haitsami, di shahihkan oleh Al-Hakim, Al-Albani, dll (Shahihul Jami’: 4519)). []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *