Unik, Informatif , Inspiratif

4 Junjungan Wanita Penduduk Surga, Satu di Antaranya Istri Firaun

0

Junjungan sejati adalah ia yang dipuji dan disaksikan (keunggulannya) oleh Tuhan. Sayyidah yang mulia adalah ia yang diridhai oleh Tuhannya dan diterima dengan penerimaan yang baik.

Wanita paling mulia adalah mereka yang memperoleh Jannatun Na’im.

Wanita penduduk surga itu berbeda-beda keunggulannya.

BACA JUGA: Anak-Anak Kaum Mukmin yang Meninggal sebelum Baligh, Apakah Masuk Surga?

Adapun junjungan para wanita surga adalah: Khadijah, Fathimah, Maryam, dan Asiyah.

Dalam Musnad Ahmad dan Musykil al-Atsar oleh ath-Thahawi dan Mustadrak al-Hakim dengan sanad sahih dari Ibnu Abbas, ia menceritakan,

خَطَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَخْطُطٍ، ثُمَّ قَالَ: تَدْرُوْنَ مَا هَذَا؟ قَالُوْا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيْجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدَ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمَ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam membuat empat garis di atas tanah kemudian bertanya: ‘Tahukah kalian apakah ini?’ Mereka menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Selanjutnya, beliau bersabda: ‘Wanita penduduk surga yang paling mulia adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim (istri Firaun).” (HR. Ahmad)

Maryam dan Khadijah adalah yang paling mulia di antara empat junjungan ini.

Dalam Shahîh Bukhari dari Ali ibn Abi Thalib, dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيْجَةُ

Wanita surga yang terbaik adalal Maryam danwanita surga yang terbaik adalah Khadijah.” (HR. Bukhari)

Maryam adalah junjungan pertama para wanita dan merupakan wanita yang paling mulia secara mutlak.

Imam Thabrani, dengan sanad sahih menurut syarat Muslim, meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda,

سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ بَعْدَ مَرْيَمَ ابْنِةِ عِمْرَانَ: فَاطِمَةُ وَخَدِيْجَةُ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

Junjungan wanita surga sesudah Maryam adalah: Fathimah, Khadijah, dan Asiyah istri Firaun.” (HR. Thabrani)

Maryam adalah wanita yang paling utama secara mutlak.

Hal itu telah dinyatakan oleh Alquran al-Karim:

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَامَرْيَمُ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)’.” (QS. Âli-‘Imrân: 42)

Bagaimana tidak demikian sementara Allah subhanahu wa ta’la sendiri telah menyatakan bahwa Dia telah menerimanya:

بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا

“(Sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik.” (QS. Âli-‘Imrân: 37)

Keempat wanita di atas merupakan contoh-contoh terbaik dan indah tentang wanit-wanita yang sempurna dan salihah.

Maryam binti Imran mendapat pujian dari Tuhan dalam firman-Nya:

أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِيْنَ

“Yang memelihara kehormatannya maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami dan ia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan ia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrîm: 12)

Khadijah ash-Shiddiqah yang beriman kepada Rasulullah tanpa keraguan, mendukung, dan menghibur beliau dengan diri dan hartanya dalam masa hidupnya, telah mendapat kabar gembira dari Tuhannya dengan (akan mendapat) sebuah istana di surga yang terbuat dari bambu, tidak ada keributan maupun kelelahan di dalamnya.

Dalam Shahîh-nya, Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia menceritakan,

أَتَى جِبْرِيْلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذِهِ خَدِيْجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيْهِ إِدَامٌ وَطَعَامٌ، فَإِذَا أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّيْ، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِى الْجَنَّةِ مِنْ قَصْبٍ، لَاصَخْبَ فِيْهِ وَلَا نَصَبَ

“Jibril mendatangi Nabi shalallahu alaihi wa sallam dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, itu Khadijah datang dengan membawa wadah berisi lauk dan makan. Jika ia telah datang kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Berilah ia kabar gembira dengan rumah di surga yang terbuat dari bambu, tiada keributan dan tiada kelelahan di dalamnya.” (HR. Bukhari)

Asiyah, istri Firaun, mampu memandang rendah terhadap kerajaan dan kenikmatan dunia sehingga ia kufur terhadap Firaun dan ketuhannya.

Sang suami pun menyiksanya, tetapi Asiyah tetap bersabar hingga kembali keharibaan-Nya.

Allah berfirman,

وَضَرَبَ اللهُ مَثَلاً لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ

“Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di dalam Surga Firdaus dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS. At-Tahrîm: 11)

BACA JUGA: 2 Junjungan Pemuda Surga

Adapun Fatimah az-Zahra adalah putri Rasulullah yang sabar mencari ridha Allah, bertakwa, dan wara’, cabang dari pohon yang suci dan didikan sang guru kemanusiaan.

 

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.