Salah Satu Masjid yang Dibangun untuk Hadiah

4 Masjid Ini Dibangun dengan Tujuan Sebagai Hadiah, Salah Satunya untuk Mahar Pernikahan

INSPIRADATA. Sebuah masjid dibangun tentu bertujuan untuk tempat umat Muslim beribadah dengan khusyuk dan khidmat. Tapi ternyata ada pula masjid yang dibangun dengan tujuan lain selain untuk beribadah.

Salah satu tujuan lain itu adalah untuk hadiah atau persembahan kepada orang yang dianggap istimewa. Ada masjid yang sengaja dibangun karena menghormati orang yang dicitainya atau karena teman seperjuangan.

Seperti disitat dari Brilio, Jumat (9/6/2017). Berikut 4 masjid di Indonesia yang dibangun dengan tujuan sebagai hadiah untuk orang yang dicintai

1. Masjid Santren

Foto: budayapurworejo.blogspot.co.id

Masjid Santren Bagelen yang dikenal dengan Masjid Kiai Baidlowi terletak di timur Sungai Bogowonto, tepatnya di Dusun Santren, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Purworejo.

Masjid ini dibangun oleh istri Raja Mataram yang khusus dihadiahkan kepada Kiai Baidlowi. Bangunan diarsiteki sendiri oleh Adipati Pragolopati alias Kiai Khasan Muhammad Shufi pada tahun 1618.

2. Masjid Assyuhada

Foto: Balimuslim.com

Masjid ini berada di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan. Menurut cerita masyarakat setempat, pembangunan masjid tersebut merupakan bentuk hadiah Raja Badung kepada Saehaji Mu’min, yang sukses membantunya memenangkan perang pada masa peperangan zaman dahulu.

Awalnya, Syeikh Haji Mu’min hanya meminta izin dan bantuan untuk membuat mushola saja, namun Raja Badung memberikan tawaran yang lebih, yaitu sekalian membuat masjid.

3. Masjid Hunto Sultan Amai

Foto: Kaskus

Masjid ini lokasinya berada di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Masjid ini dibangun sendiri oleh Sultan Amai, pemimpin Kerajaan Gorontalo yang pertama kali masuk Islam.

Ketika ia hendak meminang putri Raja Palasa yang Muslim, ia diberi syarat untuk masuk Islam terlebih dahulu. Untuk lebih memantapkan keislamannya, Sultan Amai membangun sebuah masjid. Masjid itu kemudian dipergunakan sebagai mahar pernikahan antara Sultan Amai dan putri Raja Palasa.

4. Masjid Hajjah Roro Rasminie

Foto: wahyu wrizkiawan

Masjid ini berada di Dusun Bandar, Desa Bathokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Masjid dibangun oleh Djoko Sudiro untuk istrinya yang sudah meninggal yakni Roro Rasminie. Masjid itu pun kemudian diberi nama masjid Hajjah Roro Rasminie. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *