Unik, Informatif , Inspiratif

4 Perkara Ini Wajib Dijauhi agar Selamat Dunia Akhirat

0

Allah SWT menciptakan manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu, manusia hendaknya selalu beramal shaleh dan berusaha memperbaiki diri agar selalu dalam rahmat Allah SWT.

Selain beramal shalel, manusia juga harus menghindari segala perkara yang merusak amalannya. Ini bisa menghilangkan segala pahala yang telah diperoleh. Di antara perusak amal yang harus di jauhi adalah empat perkara berikut ini:

1. Dosa dan kemaksiatan

Dua perkara ini paling banyak menghanguskan amalan baik dan memperberat amalan buruk. Sahabat Tsauban Radhiyallahu anhu menceritakan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa bersabda:

عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

Dari Tsaubân, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa Beliau bersabda, “Aku benar-benar mengetahui rombongan-rombongan orang dari umatku, mereka akan datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung Tihâmah yang berwarna putih, akan tetapi Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikannya sebagai debu yang berhamburan”. Tsaubân Radhiyallahu anhu berkata, “Wahai Rasûlullâh! Terangkan sifat mereka kepada kami! Terangkan keadaan mereka kepada kami, agar kami tidak termasuk golongan mereka padahal kami tidak mengetahui!” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kamu, dan dari kulit kamu, mereka mengisi sebagian malam sebagaimana kamu mengisi, namun mereka adalah rombongan-rombongan orang yang jika menyendiri, mereka melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allâh”. [HR. Ibnu Majah, no. 4245; dishahihkan oleh syaikh al-Albani; syaikh Salim al-Hilali dan lainnya].

2. Ujub atau membanggakan diri terhadap amal shalehnya

Ujub merupakan perilaku yang sangat tidak terpuji. Ujub berarti membanggakan amalan baik yang diperbuatnya. Tentunya ini akan menjadikan amal baiknya menjadi sia-sia saja.

Banyaknya amalan baik memang bisa membuat seseorang terperdaya. Sebaiknya kita selalu bersifat rendah hati atau selalu cepat melupakan amal baik yang sudah kita perbuat.

Allah Azza wa Jalla hanya akan menerima amal shalih dari orang-orang yang bertaqwa sebagaimana firman Allah:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya Allâh hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa [Al-Mâidah/5: 27].

3. Mengganggu hak orang lain

Mengganggu hak orang lain yakni mencakup perbuatan ghibah, celaan, makian, namimah atau mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan agama. Semua perbuatan itu akan menyebabkan semua amal baik seseorang pada hari kiamat akan hilang.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keadaan orang yang bangkrut pada hari kiamat di dalam haditsnya berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku yaitu orang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Tetapi dia mencaci orang ini, menuduh orang ini, makan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581].

4. Amalan buruk yang membuat dosa terus mengalir

Sesungguhnya ada amalan-amalan buruk yang akan terus mengalir dosanya kepada si pembuatnya meski ia telah meninggal. Amalan ini adalah amal yang akan menimbulkan kerusakan terhadap manusia seperti menyebarkan foto atau video porno, memberikan keterangan palsu sehingga orang lain tersesat, dan lain sebagainya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Barangsiapa membuat perbuatan yang buruk di dalam agama Islam (seperti kemaksiatan, bid’ah, dan lainnya, kemudian diikuti oleh orang-orang lain-pen), dia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun [HR. Muslim, no. 2674, dari Jarîr bin Abdullah].

Seorang muslim sebaiknya memperhatikan empat perkara ini. Karena akan sia-sia amal baik yang dilakukan jika dibarengi dengan perkara-perkara buruk di atas. Di dalam beramal, selain keikhlasan, juga perlu diperhatikan apakan amal kita akan berdampak baik atau buruk bagi semua orang agar Allah SWT ridha kepada kita. []

Sumber: Almanhaj.or.id


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.