tokoh dunia idap autisme

4 Sosok Paling Berpengaruh di Dunia Ini Ternyata Idap Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karakter stereotip. Gejala autis muncul sebelum 3 tahun pertama kelahiran sang anak. Autisme merupakan salah satu dari tiga gangguan Autism spectrum disorder. Dua di antaranya adalah sindrom Asperger dan PDD-NOS (pervasive developmental disorder, not otherwise specified).

Banyak psikolog dan sejarawan yakin bahwa autisme sudah ada sejak dulu namun baru-baru ini saja didiagnosis. Bahkan, para psikolog ini meyakini kalau beberapa tokoh sejarah yang mungkin idap autisme.

Berikut 4 sosok paling berpengaruh di dunia yang diduga idap autisme seperti dilansir dari laman Ranker.

1. Albert Einstein

foto: thinglink.com

Pakar autisme Simon Baron-Cohen percaya bahwa Einstein menunjukkan gejala sindrom Asperger. Sebagai seorang anak, ia tidak memiliki teman hingga usianya tujuh tahun serta kerap mengulangi kalimat ketika berbicara. Ceramah Einstein juga sangat membingungkan dan ia sulit mengkomunikasikan pemikirannya dengan jelas. Ketidakmampuan mengkomunikasikan pemikirannya, Baron-Cohen berpendapat bisa jadi ini indikasi Asperger.

2. Wolfgang Amadeus Mozart

foto: nola.com

Mozart dikenal sebagai anak ajaib, pasalnya ia mampu menyusun simfoni pertamanya di usia 8 tahun. Mozart juga menunjukkan banyak gejala kelainan spektrum autisme, termasuk ekspresi wajah berulang-ulang, gerakan tangan dan kaki terus-menerus, perubahan suasana hati yang sering radikal dan kepekaan ekstrem terhadap suara keras.

Surat-surat Mozart untuk keluarganya juga menampilkan echolalia, pengulangan kata-kata yang tidak berarti. Orang dengan autisme sering menggunakan echolalia untuk berkomunikasi. Mereka tidak tahu harus berkata apa sehingga mereka mengulangi apa kata orang lain.

3. Isaac Newton

foto: cityhyd.info

Simon Baron-Cohen, seorang profesor psikologi perkembangan di Universitas Cambridge, meyakini Isaac Newton menunjukkan semua gejala sindrom Asperger. Newton jarang berbicara dan tidak bergaul dengan baik dengan beberapa teman yang dimilikinya. Dia juga sering tertangkap dalam pekerjaannya sehingga ia lupa makan.

Salah satu hal paling aneh tentang Newton adalah dia akan memberi kuliah di ruang kosong jika tidak ada orang yang datang untuk mendengarkannya. Newton juga menderita depresi dan paranoia, keduanya bisa menemani Asperger’s. Kondisi ini mencapai puncaknya saat mengalami gangguan saraf pada usia 50 tahun.

4. Charles Darwin

foto: thinkingsidewayspodcast.com

Profesor psikologi Michael Fitzgerald yakin Charles Darwin juga memiliki sindrom Asperger. Fitzgerald menganggap kondisi ini sebenarnya memungkinkan Charles Darwin melakukan terobosan luar biasa.

Sindrom Asperger memberi Darwin kemampuan untuk mengalami hyperfocus, kapasitas ekstra untuk ketekunan, kemampuan yang sangat besar untuk melihat detail yang tidak terjawab oleh orang lain, energi tanpa henti untuk dedikasi seumur hidup terhadap tugas yang sempit, dan independensi pikiran yang sangat penting bagi penelitian asli.

Sepanjang hidupnya, Darwin menghindari sosialisasi. Dia secara teratur menempuh jalan-jalan panjang dan terpencil di rute yang sama. Sebagai seorang anak, ia mengumpulkan serangga dan kerang. Dia mencatat pengamatan rinci tentang benda-benda yang tampaknya biasa-biasa saja, seperti cacing tanah. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *