Ci Cadel dan Nasi Goreng

Hari 1

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat rumahnya.

Cadel: “Bang, beli nasi goleng satu.”

Abang: “Apa …?” (Ngeledek)

Cadel: “Nasi Goleng!”

Abang: “Apaan … ?” (Ngeledek lagi)

Cadel: “Nasi Goleng!”

Abang: “Ohh nasi goleng …”

Si Cadel ditertawakan oleh pembeli yang lain. Pulanglah si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan “nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2

Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

Cadel: “Bang , saya mau beli nasi goreng, satu bungkus!”

Abang: “Ohh … pakai apa?”

Cadel: “Pake telol …” (Sambil sedih)

Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.

Hari 3

Untuk menunjukkan dia mampu, dia rela tiga hari berturut-turut makan nasi goreng.

Cadel: “Bang, beli nasi goreng, pakai telor! Bungkus!”

Abang: “Ceplok atau dadar?”

Cadel: “Dadal …”

Dengan spontan. Kembali dia berlatih keras.

Hari 4

Modal 4 hari berlatih lidah, dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.

Cadel: “Bang .. beli nasi goreng, pakai telor, di-dadar!”

Abang: “Hebat kamu ‘Del, udah nggak cadel lagi nih, harganya Rp 9.500, Del…”

Si cadel menyerahkan uang Rp 10.000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya. Hingga si cadel bertanya: Cadel: “Bang, kembaliannya?”

Abang: “Oh iya, uang kamu Rp 10.000, harganya Rp 9.500, kembalinya berapa, Del?”

Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Akhirnya dia menjawab : “GOPEK!” Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Refleksi Hikmah:

Inti dali celita ini adalah hiduplah telus dengan penuh peljuangan ! Kita jangan mudah menyelah, kalena selalu ada jalan kelual untuk setiap kesulitan. Benal? []

Artikel ini viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama. Artikel sudah menyesuaikan dengan kekinian tanpa menghilangkan pesan utama.


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *