Efek Buruk Sering Konsumsi Boba, 5 Efek Buruk Sering Konsumsi Boba bagi Kulit
Unik, Informatif , Inspiratif

5 Efek Buruk Sering Konsumsi Boba bagi Kulit

0

MINUMAN yang saat ini tengah digemari adalah BOBA. Minuman yang lagi tren ini kerap dicampur dengan teh atau cappucino sebagai toppingnya.

Sebelum populer seperti sekarang ini, boba awalnya dikenalkan di negara Tiongkok. Karena keunikan dari rasanya, boba kini menyebar ke seluruh negara, termasuk Indonesia.

Meski rasanya enak, boba ternyata mempunyai beberapa efek buruk jika kita terlalu banyak mengonsumsinya. Satu boba sendiri mengandung gula olahan sebanyak 50 gram dan sekitar 500 kalori.

Efek Buruk Sering Konsumsi Boba, 5 Efek Buruk Sering Konsumsi Boba bagi Kulit
Foto: The Jakarta Post

Berikut dampak negatif boba bagi kulit, jika dikonsumsi secara berlebihan.

BACA JUGA: Rahasia Kulit Bening dan Cerah hanya Pakai Air Beras

Kulit kasar

Kandungan gula yang tinggi dalam boba akan mematahkan manfaat nutrisi bagi kulit dan kesehatan secara keseluruhan bagi tubuh. Karena kekurangan nutrisim kulit menjadi kasar.

Jerawat

Boba terdiri dari bahan-bahan seperti gula, tapioka, dan susu, yang akan berdampak pada kulit wajah Anda.

Kulit seseorang mungkin saja tidak dapat toleran dengan laktosa dan hormon dalam susu, yang cepat bereaksi dengan testosteron di tubuh. Hal ini akan meningkatkan produksi sebum atau zat berminyak yang bekerja untuk menyumbat pori-pori di kulit yang mengakibatkan jerawat.

Kelebihan boba menciptakan ketidakseimbangan dan menghasilkan panas ekstrem dalam tubuh yang memicu jerawat, dan daerah yang paling timbul jerawat adalah leher, wajah, dan dada.

Peradangan

Kelebihan gula dalam boba menghasilkan lonjakan insulin, yang membantu dalam menstabilkan kadar gula darah seseorang. Ketika insulin melonjak, peradangan ini dapat memburuk kondisi yang menyebabkan infeksi kulit seperti eksim, rosacea, psoariasis, dan jerawat.

BACA JUGA: 5 Tips Jitu Hindari Kulit Kusam

Memperburuk alergi

Boba sangat memicu reaksi alergi dan kondisi kulit yang meradang seperti eksim, atau yang dikenal dalam bahasa medisnya yaitu dermatitis atopik. Peningkatan kondisi eksim ini menyebabkan iritasi kulit, bercak kulit yang kasar mulai muncul, dan ruam gatal yang lepuh perlahan timbul keluar.

Gula menekan sel darah putih dan menstimulasi peradangan, maka kemampuan tubuh untuk melawan agen pembawa infeksi akan menurun dan tubuh tidak mampu melawan dengan kuat, bahkan alergen yang ringan sekalipun.

Merusak kolagen dan elastin

Konsumsi gula berlebihan akan menghasilkan peningkatan kadar insulin yang memicu peradangan kronis dan stres oksidatif. Selama proses glikasi, akan ada zat baru yang muncul, yaitu AGEs atau produksi akhir dari glikasi.

AGE ini sangat merusak, dan ini merupakan enzim yang memecah dan melemahkan serat elastin dan kolagen, yang secara tidak langsung akan menyebabkan kulit berkerut, kusam, dan kendur.
yang secara tidak langsung akan menyebabkan kulit berkerut, kusam, dan kendur. []

SUMBER: OKEZONE

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.