Unik, Informatif , Inspiratif

5 Fakta Sesar Lembang Berpotensi Timbulkan Gempa di Bandung

0

Laporan penelitian berjudul “Earthquake Geology of the Lembang Fault, West Java, Indonesia” ini telah dipublikasikan di jurnal internasional Tectonophysics pada 13 Desember 2018.

Laporan ini berisi hasil riset terbaru mengungkap soal potensi gempa dari Sesar Lembang di Jawa Barat.

dalam makalah ilmiah di jurnal Tectonophysics tersebut dituliskan: “Sesar Lembang adalah salah satu sumber gempa potensial yang terletak di tengah Provinsi Jawa Barat, hanya sekitar 10 km di utara ibukota Jawa Barat, Bandung, sebuah kota yang dihuni oleh 8,6 juta orang,”

Riset ini disusun oleh Mudrik Rahmawan Daryono dan Danny Hilman Natawidjaja dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Benjamin Sapiie dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Phil Cummins dari Australia National University (ANU).

BACA JUGA: Banyak Isu Gempa Akhir Tahun, BMKG: Cukup Waspada Saja!

Dalam riset ini para peneliti menggunakan metode analisis geomorfik. Mudrik Rahmawan Daryono selaku peneliti utama, mengatakan bahwa dalam riset ini dirinya dan para kolega “mempelajari morfogenik gempa” dari Sesar Lembang.

Mudrik mengatakan: “Jadi itu ada ciri khasnya bahwa sesar itu aktif, yaitu adanya morfologi gawir (tebing curam yang terbentuk akibat sesar), kemudian dia (sesar) membelokkan sungai atau kita sebut sebagai river offsets (RO), kemudian memotong sungai kita sebut sebagai beheaded rivers (BR), terus kemudian shutter ridges (SR), ada bukit yang terangkat karena kompresi. Kayak gitu itu ciri khas dari bentuk-bentuk morfologi sesar aktif itu,”

Melalui riset ini mudrik dan para kolega mendapatkan beberapa fakta tentang sesar

1. Bukti tiga kejadian gempa oleh Sesar Lembang

Riset ini menyimpulkan setidaknya ada tiga gempa kuat yang pernah ditimbulkan oleh pergerakan Sesar Lembang.

Dari hasil penggalian seismologis, para peneliti mengidentifikasi bahwa gempa akibat Sesar Lembang pernah terjadi pada abad ke-15 Masehi, antara tahun 2300-60 Sebelum Masehi, dan antara 19620-19140 tahun yang lalu.

BACA JUGA: Selain Indonesia, Ini 5 Gempa Bumi Paling Mematikan di Asia

Khusus gempa yang terjadi di antara tahun 2300-60 Sebelum Masehi, gempa tersebut memiliki perpindahan vertikal terukur 40 sentimeter. Menurut para peneliti, besar perpindahan ini, setara dengan gempa berkekuatan 6,5 magnitudo momen (Mw).

Magnitudo momen atau moment magnitude sendiri adalah ukuran energi yang dilepaskan untuk menghasilkan gempa bumi berdasarkan luas rekahan, panjang slip (pergeseran), dan sifat rigiditas (kekakuan) batuan.

2. Bukti aktifnya Sesar Lembang

Hasil riset ini juga membuktikan bahwa Sesar Lembang adalah sesar yang aktif. Sesar ini tepat berada di selatan Gunung Tangkuban Perahu, salah satu gunung api aktif di Indonesia.

Mudrik juga memaparkan bahwa definisi sesar aktif harus terbukti pernah terjadi gempa pada kurun waktu 11.000 tahun yang lalu. Dan penemuan kami membuktikannya. Setidaknya diketahui bahwa sesar Lembang memicu dua kejadian gempa bumi pada abad ke-15 (Masehi) dan 60 Sebelum Masehi’

3. Besarnya pergeseran Sesar Lembang

Dalam riset ini para peneliti juga menghitung laju pergeseran (slip rate) Sesar Lembang. Peneliti menghitungnya dengan cara mengukur pembelokkan sungai yang disebabkan oleh sesar ini.
Hasilnya peneliti menemukan bahwa Sesar Lembang memiliki laju pergeseran sepanjang 1,95 milimeter sampai 3,45 milimeter per tahunnya.

4. Panjangnya Sesar Lembang

Dalam riset ini para peneliti juga memetakan jalur dan posisi Sesar Lembang. Sesar ini dipetakan oleh para peneliti terbagi dalam enam bagian, yakni bagian Cimeta di Padalarang, Cipogor di Lembang, Cihideung di Parongpong, Gunung Batu di Lembang, Cikapundung di Lembang, dan Batu Lonceng di Lembang.

Setelah mengukurnya, para peneliti menentukan bahwa Sesar Lembang ini memiliki panjang hingga 29 kilometer.
Para peneliti menyebut Sesar Lembang ini sebagai patahan utama di Jawa Barat yang mengitari tepi utara Kota Bandung. Sesar ini tepat berada di selatan Gunung Tangkuban Perahu.

5. Besarnya potensi gempa oleh Sesar Lembang

Menurut Mudrik, Sesar Lembang ini berpotensi menimbulkan gempa antara 6,5 hingga 7 magnitudo.

“Biasanya (sesar dengan) panjang 29 kilometer itu range moment magnitude (Mw) gempanya itu antara 6,5 sampai 7,” terang Mudrik.

Dalam makalah hasil riset ini, para peneliti menjelaskan bahwa Sesar Lembang memiliki potensi risiko yang tinggi mengingat lokasinya dekat pusat Kota Bandung yang memiliki banyak penduduk.[]

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline