cek registrasi ulang kartu
Foto: tirto

5 kabar Hoax Terkait Registrasi Ulang Kartu SIM

Pemerintah melalui Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mewajibkan semua pelanggan kartu SIM prabayar untuk melakukan registrasi ulang mulai tanggal 31 Oktober kemarin.

Di tengah banyaknya pertanyaan masyarakat tentang registrasi, beredar juga isu-isu hoax tidak bertanggung jawab seputar hal ini.

Kabar yang belum tentu kebenarannya tersebut tersebar melalui media sosial. Kabar ini tentunya membuat resah masyarakat pengguna telepon seluler.

Berikut beberapa kabar hoax tentang registrasi ulang kartu SIM yang dikutip dari brilio.net.

1. Pendaftaran ulang hanya bisa dilakukan dalam satu hari.

Beredar informasi palsu yang menyatakan bahwa Kominfo akan melakukan pemblokiran terhadap nomor Sim card bila tidak melakukan registrasi per 31 Oktober 2017. Faktanya, registrasi ulang berlaku dari 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018.

 

2. Hoax registrasi ulang pelanggan lama dan baru adalah sama.

Registrasi nomor baru dan daftar ulang memiliki format yang berbeda tergantung dengan provider masing-masing.

3. Mencantumkan nama ibu kandung.

Informasi tersebut tidak benar, pelanggan hanya cukup melampirkan informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

 

4. Data registrasi untuk kepentingan pihak tertentu.

Salah satu isi pesan broadcast di Whatsapp menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan registrasi nomor bisa berbahaya, informasi yang tertulis data KTP dan KK demi tujuan politis, yaitu untuk pemenangan Calon Pileg 2018.

Perlu diketahui, registrasi ulang merupakan program resmi dari Kemkominfo bekerjasama dengan para operator seluler, dan mengimbau masyarakat jangan sampai terkecoh hoax tersebut.

 

5. Data registrasi akan digunakan untuk kejahatan keuangan seperti pembobolan uang pribadi di ATM.

Kabar tersebut tentu mengagetkan dan membuat resah banyak kalangan. Namun Anda sebaiknya tidak percaya dengan kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya itu.

Kementerian Kominfo mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan Registrasi Baru dan Registrasi Ulang secara mandiri (atau sendiri). Selain itu diharapkan masyarakat menjaga dokumen pribadinya seperti KTP dan Kartu Keluarga dari pihak-pihak yang tidak bertangung jawab. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *