Unik, Informatif , Inspiratif

5 Rahasia Muhammad Ali Ini Bikin “Wow”

0

Siapa tak kenal Muhammad Ali Sang Legenda tinju dunia. Di balik sosoknya yang lihai saat bertinju, ternyata ‘The Greatest’ juga menyimpan lima hal yang belum banyak diketahui banyak orang.

Penulis biografi sekaligus teman Ali, Davis Miller menuturkan fakta unik sang juara dunia tinju kelas berat dan peraih medali emas Olimpiade ini kepada CNN, di antaranya:

1. Ganti nama lebih dari sekali

Cassius Clay memilih untuk mengubah namanya menjadi Muhammad Ali pada tahun 1960 setelah ia menjadi muallaf. Namun tak banyak orang mengetahui sejarah pergantian namanya sebelum menjadi Muhammad Ali. Tercatat ia lebih dari sekali mengganti namanya.

Sang legenda lahir di Kentucky dengan nama Cassius Clay. Sedikit yang tahu bahwa perubahan nama pertamanya adalah Cassius X.

“Pergantian itu terjadi pada 26 Februari 1964. Dua mingga setelah ia menyingkirkan Sonny Liston, tepatnya pada 6 Maret, ia mengumumkan bahwa pemimpin agama dan politik Islam Elijah Muhammad (yang memimpin Nation of Islam di AS dari tahun 1934 sampai kematiannya pada 1975) telah memberinya nama baru, Muhammad Ali.”

2. Seorang sufi

Pada tanggal 28 April 1967, Ali menolak untuk dilantik ke Angkatan Darat AS dan segera dilucuti dari gelar tinju kelas beratnya. Setelah Ali menjadi seorang Muslim, ia beralasan bahwa karena agama ia memutuskan untuk melupakan dinas militer.

Awalnya Ali erat dengan kelompok Amerika pro-Afrika Nation of Islam, namun di kemudian hari ia beralih ke kelompok Sufi.

“Ali mengumumkan bahwa ia adalah Sufi sekitar tahun 2005. Ali mengaku lebih tenang dengan tasawuf,” kata Miller, dalam bukunya “Mendekati Ali” yang dirilis pada akhir 2015.

“Tasawuf bisa disebut sebagai ajaran paling damai dari setiap agama besar atau kecil. Sufi percaya jika sengaja menyakiti satu orang sama artinya dengan menyakiti seluruh umat manusia dan merusak dunia.

“Hanya sedikit orang yang mendengar cara-cara yang mendalam tentang kepercayaan Ali. Setelah berkembang selama bertahun-tahun, Ali telah berubah menjadi pribadi yang bijaksana selama beberapa dekade. Ia telah berkembang dari separatis menjadi universalis,” ungkap Miller.

3. Ali kembali ke ring dengan penuh luka

Laga pertama Ali saat kembali naik ring tinju harus ia lalui dengan luka. Setelah kembali dari pengasingannya selama tiga tahun tujuh bulan – karena menolak untuk dilantik masuk angkatan bersenjata – Ali harus melawan petinju kelas berat nomor satu, Jerry Quarry.

Ali kembali meraih kesuksesan di atas ring dengan menang KO pada ronde ketiga. Namun ada sesuatu yang disembunyikan Ali dalam pertarungannya ini.

Ali hanya memiliki waktu enam minggu untuk mempersiapkan pertarungan ini. Selama dalam pelatihan, teman masa kecilnya dan mantan juara kelas berat Jimmy Ellis membuat retak salah satu rusuk Ali.

“Bahkan dengan cedera ini, Ali tidak menjadwal ulang laga. Meski Ali sempat mendapatkan kesempatan untuk bertarung lagi, namun tidak dilakukannya,” ungkap Miller.

4. Penyakit Parkinson telah mengajarinya cara-cara baru untuk berkomunikasi

“Gerak tubuh cukup penting bagi Ali,” kata Miller. Ali didiagnosis mengidap sindrom Parkinson pada tahun 1984 pada usia 42. Setelah itu, Ali lebih banyak berkomunikasi dengan tangan, jari, mimik wajah dan matanya.

“Dia mengejutkan banyak penggemarnya dengan membuat suara menggunakan ibu jari dan telunjuk. Ali kadang memukul bagian atas kepala, menggelitik bagian dalam telapak tangan saat berjabat tangan, dan menggoda hampir semua orang yang mengunjunginya. Meski dapat berjalan, Ali sering terlihat duduk di kursi roda. Dia tidak lagi menjadi orang yang paling vokal dan aktif di dunia,” ungkap Miller.

5. Pesulap amatir

“Terbang bagai kupu-kupu dan menyengat bagai lebah. Tangannya mampu memukul apa yang tak bisa dilihat matanya.”

Peribahasa tersebut terkenal untuk menggambarkan gaya pertarungan Ali. Selain jago bertinju, Ali juga memiliki beberapa trik memesona lainnya.

“Meski Ali mengidap penyakit Parkinson, ia tetap mampu mengejutkan pengunjung dengan melakukan prestidigitations (trik sulap tangan),” kata Miller.

“Meski dengan tangan gemetar, Ali membuat syal sutra merah menghilang dari tangannya. Ia menggigit koin setengah dan membuat mereka utuh kembali, dan ia juga sering melakukan trik-trik sulap lama, bahkan ia pernah memperagakan ia seolah-olah tampak melayang di atas tanah,” ujar Miller.

Kepedulian, kebijaksanaan, dan semua hal yang telah Ali tunjukkan membuatnya akan terus dikenang sebagai ‘sang legenda’ oleh setiap orang. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.