Unik, Informatif , Inspiratif

5 Sunnah yang Bisa Dilakukan Perempuan di Hari Jumat

0 8.072

Hari Jumat merupakan hari yang agung dan istimewa bagi umat Islam. Di dalamnya bertebaran pahala-pahala sunnah hari Jumat yang bisa dilakukan, baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan. Hari jumat juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk ‘mencuci’ dosa dalam seminggu.

Jika sebelumnya banyak yang menjelaskan sunnah hari Jumat bagi kaum laki-laki saja, ternyata ada juga sunnah di hari Jumat bagi kaum perempuan. Berikut penjelasannya yang dikutip dari ummi-online.com:

1. Memperbanyak dzikir di hari Jumat

Salah satu sunnah hari Jumat adalah memperbanyak dzikir. Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. AlJumu’ah: 9).

BACA JUGA: Meninggal di Hari Jumat Terbebas dari Azab Kubur?

2. Membaca surah Al Kahfi

Banyak di anatara kita yang sudah tahu sunnah hari Jumat ini. Ya, membaca surah Al Kahfi. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك كتب في رق ، ثم طبع بطابع فلم يكسر إلى يوم القيامة

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 akhir ayatnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai. Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia ucapkan: Subhanakallahumma wa bi hamdika laa ilaha illa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaik (Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat pada-Mu), maka akan dicatat baginya di kertas dan dicetak sehingga tidak akan luntur hingga hari kiamat.”

3. Memperbanyak do’a di hari Jumat

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.(HR Bukhari Muslim).

BACA JUGA: 4 Golongan yang Dibolehkan Tidak Shalat Jumat

4. Memperbanyak bacaan shalawat

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”

5. Memotong kuku dan mencukur bulu ketiak

Syekh Muhammad bin Ismail Al-Muqaddam mengatakan, “Terdapat beberapa riwayat tentang tata cara memotong kuku. Memotong kuku ini bisa dilakukan di hari Kamis, Jumat, atau hari lainnya. Tidak terdapat dalil sahih yang memberikan batasan waktu memotong kuku dengan hari tertentu. Namun, umumnya ulama menganjurkan untuk melakukannya di hari Jumat. Mengingat, hari Jumat adalah hari raya mingguan. Demikian pula untuk memotong bagian tubuh yang kotor lainnya. Akan tetapi, tidak ada dalil yang mengkhususkan hal ini dengan waktu tertentu atau batasan tertentu. Karena itu, selama kuku ini layak untuk dipotong maka hendaknya seseorang memotongnya.” (Sunan Al-Fitrah, 3:3).

Dari sahabat Anas Ra: “Kami memberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak ditinggalkan lebih dari batas waktu 40 malam” (HR. Muslim).

Artinya para sahabat ketika membersihkan diri tidak sampai mengakhirkan hingga melewati batas akhir pada hari ke 40. Ini menerangkan bukan maksudnya membersihkannya diizinkan 40 hari sekali, tetapi setiap saat terlihat panjang meskipun belum sampai 40 hari sunah untuk di potong/dicukur. [ AlMajmu’ Alaa Syarh Almuhadzzab I/287 ]. []

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline