Museum Jenderal Besar A H Nasution (foto: Youtube)

52 Tahun Tragedi G30S/PKI, Pengunjung di Museum A.H Nasution Membludak

Bertepatan dengan peringatan 52 tahun tragedi Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI), Sabtu (30/09/2017), pengunjung di Museum A.H Nasution membludak tak seperti hari biasanya.

Mayoritas pengunjung adalah mahasiswa dan pelajar, yang memang ingin mengetahui lebih jauh kronologis kekejaman G30S/PKI terhadap keluarga Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution. Akibat banyaknya pengunjung, hampir sepanjang Jalan Teuku Umar dijadikan sebagai lahan parkir.

Di dalam museum para pengunjung tampak antusias mendengarkan pemandu museum menjelaskan kronologis “malam jahanam” yang membuat anak dari Jenderal Ahmad Nasution Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean meregang nyawa.

“Peristiwa dini hari, Ade Irma masih hidup tapi setelah 6 hari dirawat, Ade Irma meninggal di RS Gatot Subroto tanggal 6 Oktober 1965,” jelas pemandu Museum, Serma Royen Suryanto, Sabtu (30/09/2017), lansir¬†Republika.

Namun sangat disayangkan membludaknya museum yang beralamat di Jalan Teuku Umar 4 Menteng Jakarta Pusat diiringi isu hoax. Yakni dengan beredarnya informasi akan ada acara diskusi yang dihadiri oleh Ibu Yanti Nasution, kakak dari Ade Irma Nasution.

Kabar tersebut ditepis oleh petuguas museum, Kapten Surono. Dia sendiri kaget ketika ditanya oleh awak media soal acara tersebut. Memang, kata Surono, hari Sabtu ini ada acara tapi itu kumpul-kumpul kerabat dari Yanti Nasution.

“Itu hoax. Hanya acara ramah-tamah saja dan tertutup untuk media,” tegas Surono. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *