Sakit (Foto: RS Bunda)

6 Adab dan Akhlak Merawat Orang Sakit

Orang yang sakit sangat membutuhkan perhatian lebih dari kita yang dianugrahi kesehatan. Lebih-lebih penyakitnya agak parah, jiwa mereka sedang labil dan butuh penguatan jiwa, butuh hiburan serta nasehat agar bersabar dan berharap pahala.

Oleh karena itu agama Islam yang mulia sangat memperhatikan keadaan orang sakit. Berikut beberapa adab dan akhlak dengan orang sakit.

1. Menghibur dan memberikan nasihat kesabaran kepada orang sakit
Ini peran kita ketika menjenguk dan menjaga orang sakit, mereka sangat butuh hiburan, teman mengobrol untuk melupakan sejenak sakitnya. Akan tetapi yang paling penting adalah kita ingatkan tentang akhirat dan pahala yang sangat besar diakhirat kekal, dunia abadi yang tidak bisa dibandigkan dengan dunia.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (Surat Az Zumar : 10).

Kita menghibur dengan hadits-hadits berikutnya:Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia, ” (HR. Baihaqi).

Menghibur dengan doa ketika menjenguk:

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah, ” (HR. Bukhari).

2. Banyak bersabar dan memohon agar diberikan kesabaran merawat orang sakit.
Memang menjaga dan menunggu orang sakit memang butuh kesabaran ekstra, melayaninya, mengambilkan sesuatu, kurang tidur sampai mengurus ketika ia BAB dan BAK. Ini sangat menguras tenaga dan banyak menghabiskan waktu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran,” (HR. Bukhari).

3. Hendaknya penunggu pasien juga memperhatikan waktu yang banyak ia habiskan dan berusaha untuk “mencuri waktu” untuk ibadah dan ilmu.
Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

“Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang,” (HR. Bukhari).

4. Berdakwah kepada orang sakit
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui perantaraanmu itu lebih baik daripada seekor unta merah,” (HR. Bukhari).

5. Hendaknya pula penunggu pasien membiasakan untuk berdzikir dan mengingatkan pasien untuk berdizkir.
Allah Ta’ala berfirman,

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28)

6. Hendaknya penunggu pasien juga berusaha menghapalkan doa-doa kesembuhan dan mengajarkan kepada pasien.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam menjenguk sebagian keluarganya (yang sakit) lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca.

“Ya Allah, Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit,”(Muttafaqun ‘alaih).

Atau mengajarkan doa kesembuhan yang dibaca oleh pasien.

Dari Utsman bin Al-Ash radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia pernah mengeluhkan penyakitnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit ditubuhnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Letakkan tanganmu dibagian tubuh yang sakit, lalu ucapkanlah, “bismillah” tiga kali, lalu ucapkan sebanyak tujuh kali “A’udzu billahi wa qudrootihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir”, “Aku memohon perlindungan kepada Allah dengan kemuliaan dan kekuasaannya dari segala keburukan yang kudapatkan dan kukhawatirkan, ”(HR.Muslim). []

Sumber: muslimafiyah.com


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *