Unik, Informatif , Inspiratif

6 Alasan Jokowi Pilih Ma’ruf Amin menurut Rommy  

0

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin, resmi dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Keduanya pun telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Banyak pihak yang tak menyangka dengan keputusan tersebut.

Pasalnya, sebelum Ma’ruf terpilih, beberapa kandidat sempat digadang-gadang kuat bakal mendampingi Jokowi.

BACA JUGA: Ini Alasan ‘Gemuknya’ Tim Jubir Koalisi Jokowi-Kiai Ma’ruf

Terkait alasan mengapa memilih Ma’ruf, hal tersebut diungkap oleh Jokowi dalam deklarasinya.

Ia mengungkap, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu adalah sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana.

Pengalaman figur kelahiran Tangerang pada 1943 tersebut di legislatif sebagai anggota DPR, MPR, Wantimpres, Rais Aam PBNU, Ketua MUI, Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, masuk menjadi pertimbangan.

Selain itu, Jokowi merasa dirinya dan Ma’ruf saling melengkapi, yaitu nasionalis dan religus.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy sebagai salah satu elite partai politik pendukung pasangan capres-cawapres ini juga punya versinya sendiri.

Menurut Rommy, ada enam alasan Jokowi memilih Ma’ruf:

Dilansir dari VIVA, berikut rinciannya:

  1. Ma’ruf merupakan figur yang dihormati seluruh ormas Islam karena posisinya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.
  2. Kiai Ma’ruf Amin juga merupakan pemimpin tertinggi ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama, karena menjabat sabagai Rais ‘Aam, makna harfiahnya ketua umum.

  3. Sebagai figur yang sangat kental warna ‘hijau’nya, Ma’ruf Amin akan melengkapi postur Jokowi yang selama ini selalu dinarasikan oleh lawan politik sebagai figur yang defisit di aspek religiusitas.

  4. Ma’ruf disegani oleh komponen 212. Pendeknya, fatwa MUI saja dikawal oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI, apalagi muftinya.

Mufti artinya orang yang membuat fatwa. Tanpa meniadakan peran ulama lain, MUI-lah yang mensolidkan gerakan umat Islam saat itu.

  1. Ma’ruf adalah politisi yang ulama dan ulama yang politisi.

Pribadinya bersahaja, fakih (ahli agama), pernah menjadi anggota DPRD dan DPR, serta keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani, ulama besar yang menjadi guru kiai-kiai besar Nusantara.

BACA JUGA: K.H. Ma’ruf Amin Sindir Prabowo

  1. Ma’ruf adalah juga seorang yang sangat paham ekonomi. Dia anggota Dewan Ekonomi Syariah. Seluruh gerakan politik Islam yang pro ekonomi syariah niscaya akan menjadi strong supporter baginya. []

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.