percaya diri, sombong, Anda, Percaya Diri atau … Sombong?
Unik, Informatif , Inspiratif

Anda, Percaya Diri atau … Sombong?

0

Oleh: Dedi Juhari – Purwakarta

ADA garis tipis antara percaya diri dan arogansi. Keyakinan adalah inspirasi; arogansi adalah suatu kematian dalam hidup. Membangun kepercayaan diri membutuhkan waktu dan usaha; arogansi itu sederhana. Bahkan, mudah untuk menjadi sombong.

  1. Bawa nama-nama besar orang lain

Saya kenal si ini. Saya dekat dengan si itu. Orang-orang seperti ini menyebutkan orang lain yang lebih tenar benar-benar tanpa diminta. Mereka akan mengoceh tanpa henti tentang siapa yang mereka kenal, siapa yang mereka temui dan dengan siapa mereka berteman.

  1. Sering mengindari kontak mata

Orang yang sombong kurang peduli pada orang lain. Mereka hanya tertarik pada diri mereka sendiri. Para pemimpin yang percaya diri menatap mata Anda dan membuat Anda merasa seolah-olah Anda adalah orang paling penting di ruangan itu.

  1. Dan secara konsisten terlambat ke pertemuan … dan tak pernah minta maaf

Orang yang sombong berpikir waktu mereka lebih penting daripada orang lain. So, terlambat tidak berarti apa-apa bagi mereka. Para pemimpin yang percaya diri tepat waktu dan cepat meminta maaf ketika mereka tidak sesuai jadwal.

  1. Selalu berkata dengan kalimat yang merendahkan

Beberapa pemimpin dikenal sering sekali merendahkan orang lain dengan frasa “kamu bodoh” atau “Anda seorang badut.” Para pemimpin seperti ini sangat percaya diri, tentu saja, tetapi mereka melintasi batas ke arogansi. Kesombongannya membuat banyak orang kehilangan loyalitas padanya.

  1. Mendominasi ruangan

Cara terbaik untuk menggambarkan bahasa tubuh arogan seseorang adalah “mendominasi.” Contohnya menunjuk jari ke dada seseorang, tangan di pinggul atau menjentikkan jari ketika memanggil seseorang. Ini sangat mengintimidasi.

  1. Sering menginterupsi percakapan

Karena orang yang arogan hanya peduli tentang diri mereka sendiri, mereka tidak benar-benar mendengarkan Anda. Mereka sudah terbiasa memotong pembicaraan orang lain.

  1. Merasa punya jawaban untuk semuanya

Psikolog mengatakan bahwa arogansi adalah kompensasi atas ketidaknyamanan dan kelemahan yang bersangkutan. Orang yang sombong jarang berkata, “Saya tidak tahu jawabannya, tetapi saya akan mencari tahu.” Orang yang percaya diri mengakui kesalahan dan belajar sesuatu dari pengalaman tersebut.

  1. Selalu menganggap lawan adalah pesaing

Orang yang sombong tidak dapat melihat kekuatan di pesaing mereka, dan jika mereka melakukannya, mereka berusaha meminimalkan pesaing tersebut dengan menjelek-jelekkan mereka. Ini hanya membuat orang yang arogan terlihat lebih kecil.

  1. Menyalahkan orang lain

Orang yang sombong tidak bisa mengakui kesalahan mereka sendiri. Padahal, tidak ada prajurit yang bodoh. Yang ada adalah pemimpin yang tolol. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.