Unik, Informatif , Inspiratif

7 Dampak Buruk Antibiotik bagi Anak-anak

0

PADA era modern seperti saat ini, antibiotik dianggap obat yang paling ampuh untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Namun jika pemberiannya salah, dosisnya salah, atau sering di konsumsi secara berulang ternyata dapat berdampak fatal bagi masa depan kesehatan tubuh terutama anak.

Beberapa dampak buruk pada anak yang muncul akibat kesalahan dalam mengkonsumsi antibiotik:

Gangguan Pada Organ Tubuh

Kejadian paling sering terjadi jika mengkonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama adalah gangguan pencernaan yaitu berupa terjadinya mual, diare, kram, dan nyeri pada perut.

Gangguan organ tubuh lainnya yang bisa terjadi adalah gangguan fungsi jantung, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya. Pada gangguan fungsi jantung ditandai dengan jantung berdebar-debar dan sakit pada kepala.

BACA JUGA: Wajib Baca, Ini Bahaya ‘Obat Nyamuk’ bagi Kesehatan Manusia

Memproduksi enzim yang dapat merusak antibiotik

Perubahan dinding/membran sel bakteri, sehingga obat tidak bisa masuk
Perubahan jumlah reseptor obat di sel bakteri, sehingga obat tidak bisa berikatan

Timbul Alergi

Sebagian orang akan mengalami gejala ini, seperti gatal-gatal dan pembengkakan di mulut dan tenggorokan. Terkadang juga muncul bintik-bintik pada kulit.

Tubuh Sulit Sembuh Jika Sakit

Ketika satu bakteri resisten terhadap antibiotik, maka akan membuat kerja antibiotik menjadi tidak berfungsi. Hal ini menyebabkan penyakit tidak bisa sembuh, dan diperlukan antibiotik jenis lain untuk pengobatannya.

Sistem Kekebalan Tubuh Terganggu

Biasanya nafsu makan akan berkurang. Beberapa jaringan tubuh seperti kulit, selaput lendir, dan usus merupakan tempat berkembang biaknya mikroorganisme dan bakteri yang baik bagi tubuh. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat memberantas serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kekurangan vitamin pada tubuh, terutama vitamin K dan B12. Akibatnya, kondisi tersebut juga akan berdampak pada rentannya tubuh terhadap serangan penyakit menular.

Kekebalan Bakteri Terhadap Antibiotik

Ketika antibiotik dikonsumsi tidak dengan dosis yang tepat (berlebih, kurang, atau salah) bisa menimbulkan Resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik alias kekebalan terhadap antibiotik, adalah kemampuan bakteri untuk menahan efek dari obat, akibatnya bakteri tidak mati setelah pemberian antibiotik.

BACA JUGA: Alergi yang Berujung Gangguan Mematikan

Pada saat seseorang sakit dan diberikan antibiotik, normalnya bakteri akan mati karena obat itu. Namun pada beberapa kasus, sebagian bakteri akan bermutasi dan membentuk kekebalan terhadap antibiotik. Bakteri ini kemudian akan berkembang biak, dan terciptalah suatu koloni bakteri yang resisten, dan bisa menular ke individu lain.

Muncul Gangguan Penyakit yang Lebih Serius

Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan fungsi organ tubuh yang lebih serius. Misalnya seperti gangguan pada fungsi hati, kerusakan hati, penurunan jumlah produksi sel darah putih, gangguan fungsi jantung, koma, pembengkakan, iritasi pada usus besar, dan kebocoran pada usus yang bisa berakibat pada kematian.

Sama halnya dengan efek samping obat penenang, efek samping antibiotik juga cukup berpengaruh pada kesehatan tubuh, bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk itu jadilah konsumen yang cerdas dalam memilih antibiotik yang kamu perlukan, agar risiko-risiko berbahaya yang nantinya timbul bisa terhindarkan. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.