fakta anak korea utara
Foto: Brightside.me

7 Fakta Mencengangkan Anak-anak di Korea Utara, Sejak Kecil Diajari Ini

Berbicara soal kehidupan sehari-hari di Korea Utara, pasti bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Dengan segala bentuk kontroversialnya, hidup di negara yang di pimpin oleh Kim Jong Un mungkin berbeda dengan negara-negara lain. Terlebih jika berkaitan dengan kehidupan anak-anak.

Banyak fakta-fakta mencengangkan yang terjadi pada anak-anak di Korea Utara. Mulai dari status sosial sampai pada hal warisan.

Dilansir TribunTravel.com dari laman brightside.me berikut fakta tentang cara anak-anak menghabiskan masa kecil mereka di negara paling tertutup di dunia.

1. Pendidikan

Pendidikan dimulai dari TK. Sejak usia 4 tahun, anak-anak dapat menghadiri TK namun tidak wajib.

Namun ketika berusia 5 tahun, anak-anak wajib untuk masuk TK oleh pemerintah. Setiap anak yang ingin ke sekolah dasar harus belajar dulu di taman kanak-kanak setidaknya satu tahun.

2. Status sosial saat lahir

Hal pertama yang didapat dari bayi baru lahir adalah status sosial atau “songbun”.

Songbun diwariskan dari ayah, dan digunakan untuk menentukan sekolah, universitas, dan pekerjaan apa yang mereka dapatkan di masa depan.

3. Kerja keras itu normal

Sejak kecil mereka sudah terbiasa memanen gandum, menebang pohon, bekerja di tambang atau konstruksi bangunan.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak memiliki hukum tenaga kerja, dan mereka dapat didenda jika tidak bekerja sesuai target.

4. Mainan militer

Tentu saja, boneka dan kelinci juga dijual di toko-toko, tetapi jumlahnya lebih sedikit dibanding mainan tank, helikopter, dan senjata.

Diperkirakan mainan tersebut membantu membangun semangat patriotik pada generasi muda.

5. Pelajaran

Di sekolah, siswa belajar bahasa Rusia dan biografi para pemimpin negara.

Beberapa kelas bahkan khusus memperlajari program revolusioner Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un.

Bersama-sama dengan bahasa Rusia, mereka belajar bahasa Inggris, tetapi hanya dasarnya saja.

Pada usia 10 tahun, semua siswa sekolah memasuki Uni Anak Korea dan mulai mengunjungi pertemuan-pertemuan politik.

6. Propaganda di setiap pelajaran

Pelajaran yang ada di sekolah penuh propaganda ideologi. Ada poster politik di lorong-lorong sekolah dan teks patriotik dalam buku-buku.

Di pesta anak-anak mengambil bagian dalam drama politik.

Selama liburan besar, anak-anak membuat parade militer, dan memakai seragam militer serta berbaris bersama dengan mobil kardus dan peluncur roket.

7. Anak-anak mengunjungi eksekusi publik

Sejak kecil mereka sudah diperlihatkan bagaimana cara mengeksekusi tahanan.

Pengalaman traumatis itu dianggap normal bagi warga Korea Utara. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *