Ketiga Pemain Top Dunia Berlatar Keluarga Miskin

7 Pemain Sepak Bola Terbaik Dunia Ini Berasal dari Keluarga Miskin

INSPIRADATA. Para pemain profesional yang mengisi jajaran top player di liga-liga eropa biasanya memiliki gaya hidup yang glamor dan berlimpah harta.

Namun, siapa sangka dibalik gaya hidupnya sekarang, para pemain top dunia tersebut ada yang memiliki latar keluarga kurang mampu sejak kecilnya. Bahkan ada yang sampai membantu ekonomi keluarga demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Mereka pun lantas memilih sepak bola sebagai solusi dari kemiskinan keluarganya. Dan terbukti, dengan usaha serta kerja keras, mereka pun sanggup mengubah nasib keluarganya bahkan hingga dikenal oleh seluruh dunia.

Nah, berikut beberapa pemain terbaik dunia yang berasal dari keluarga kurang mampu, seperti dilansir oleh Brilio, Kamis (1/6/2017).

1. Neymar

Foto: Redbull.com

Layaknya pesepak bola Brasil lainnya, Neymar mulai mengenal sepak bola tidak dari lapangan hijau. Melainkan di jalanan atau tanah lapang berdebu yang ada di kota kelahirannya, Mogi das Cruzes, sebuah kota kecil di wilayah selatan Brasil.

Neymar kecil harus hidup di rumah kakeknya yang sempit, bersama saudara perempuan dan kedua orangtuanya. Ayahnya, Neymar da Silva Senior, yang juga mantan pesepak bola hanya bisa memasukkan Neymar ke sekolah umum.

Namun Neymar beruntung, Fino, pelatih Neymar kala masih di Portuguesa Santista, punya kenalan seorang kepala sekolah sebuah private school. Fino meminta sang kepala sekolah untuk mensponsori Neymar dan keluarganya karena tak mau bakat sepak bolanya hilang jika bertahan di sekolah umum.

Sejak saat itulah karier Neymar terus menanjak. Talenta yang dimiliki Neymar sanggup membuat kehidupan keluarganya berubah drastis. Saat berumur 15 tahun, Neymar memiliki gaji 10.000 Real Brasil atau lebih dari Rp 45 juta . Sebelum usia 17 tahun, Neymar sudah mengantongi gaji 25.000 Real Brasil atau sekitar Rp 113 juta per bulan.

2. Dani Alves

Foto: thesun.co.uk

Dani Alves kecil harus bangun sebelum subuh untuk membantu ayahnya yang seorang petani. Bintang Juventus ini harus memanen melon dan mengolah ladang milik ayahnya di Kota Bahia, Brasil.

Pemain 34 tahun ini mulai mengenal sepak bola bersama dengan teman-teman tetangganya. Ayah Alves, Domingo juga memiliki gairah minat untuk sepak bola, dan akhirnya berhasil mengorganisasi tim sepak bola sendiri.

Alves yang saat itu berusia 10 tahun mulai bermain sebagai pemain sayap, tetapi karena kurangnya gol yang dibuat, ayahnya mengembalikan posisinya sebagai bek kanan, posisi yang masih dipakainya hingga sekarang.

3. Wayne Rooney

Foto: newsweek.com

Masa kecil penyerang Manchester United ini jauh dari kata menyenangkan. Rooney hidup tumbuh di Kota Croxteth di mana tidak ada sedikitpun kemewahan yang ia nikmati layaknya pesepak bola profesional pada umumnya.

Ayah Rooney cukup lama menjadi pengangguran. Kota Croxteth memiliki reputasi atas obat-obatan dan senjata. Namun Rooney memiliki keinginan untuk menempuh kehidupan yang baik di Goodison Park, Everton. Di klub itulah Rooney mulai menunjukkan bakatnya. Hingga akhirnya kini ia dianggap sebagai salah satu legenda Manchester United.

4. Alexis Sanchez

Foto: independent.co.uk

Sebelum menjelma menjadi bintang sepak bola seperti sekarang, Sanchez pernah merasakan pahitnya kehidupan. Bintang Arsenal ini lahir di keluarga yang miskin. Ayahnya sudah meninggal dunia saat dirinya masih balita.

Sanchez lantas hidup bersama ibunya. Untuk membiayai kehidupan, ibunya bekerja sebagai tukang sapu di sekolah tempat Sanchez belajar. Untuk membantu ibunya, Sanchez juga ikut bekerja serabutan. Sanchez pernah menjadi seorang pencuci mobil untuk menyambung hidupnya.

5. Luka Modric

Foto: sportskeeda.com

Luka Modric memiliki masa lalu yang kelam. Gelandang Real Madrid itu harus menghabiskan masa kecil penuh teror di zona perang. Modric baru berusia lima tahun ketika Perang Kemerdekaan Kroasia pecah pada 1991. Selang beberapa bulan kemudian, kakeknya dibunuh secara tragis sebagai bagian dari konflik.

Modric lantas terpaksa tinggal di sebuah kamp pengungsi. Namun justru di tempat itulah Modric menemukan bakatnya. Ia kerap bermain bola di tempat parkir kamp pengungsian. Selepas perang usai, Modric akhirnya mulai bangkit menjadi pesepak bola paling terkenal di Kroasia.

6. Zlatan Ibrahimovic

Foto: thesun.co.uk

Ibrahimovic dibesarkan di distrik Rosengard, Malmo, Swedia. Wilayah tersebut lebih terkenal sering merampas kehidupan anak-anak dibanding menghasilkan pesepak bola brilian. Ayah pemain keturunan Bosnia-Swedia ini adalah seorang pecandu alkohol.

Saat kecil, Ibrahimovic harus mencuri untuk memenuhi apa yang ia butuhkan seperti sepeda untuk pergi ke tempat pelatihan. Hingga akhirnya saat berusia 18 tahun, Ibra benar-benar melihat potensi dirinya sendiri sebagai pesepak bola.

7. Cristiano Ronaldo

Foto: downthedrive.com

Siapa yang tak mengenal bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo? Hidupnya kini penuh dengan kemewahan berkat kerja keras yang ia lakukan selama belasan tahun. Namun jauh sebelum mendapatkan itu semua, Ronaldo merupakan seorang pria yang terlahir dari keluarga miskin.

Ayah Ronaldo, Jose Dinis Aveiro hanya berprofesi sebagai pengurus kebun di salah satu instansi pemerintah Portugal. Sementara ibunya, Dolores mengungkapkan bahwa dia pernah berpikiran untuk menggugurkan Ronaldo saat masih berada dalam kandungan.

Beruntung ibunya urung melakukan hal tersebut. Hingga akhirnya Ronaldo tumbuh besar dan menjelma menjadi seperti yang kita kenal sekarang. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *