7 Trik Psikologi Ini buat Hubungan Lebih Baik dengan Orang Lain

0

Kita sebagai manusia memerlukan komunikasi yang baik. Karena proses komunikasi yang baik dari seseorang, mencerminkan pribadinya. Menariknya, komunikasi dan psikologi memiliki beberapa kaitan erat.

BACA JUGA: Psikolog: Diskusi Orang Tua dan Anak Soal Terorisme Itu Penting

Lebih dari itu, keterkaitan psikologi dan komunikasi dapat membuat makna yang disampaikan lebih “mengena” bahkan menenangkan seseorang. Mari kita coba beberapa trik berikut ini:

1. Perbanyak mengangguk ketika berinteraksi

Banyaklah mengangguk ketika kamu berbicara dengan orang lain, terutama ketika kamu ingin meminta bantuan orang lain atau mengharapkan perhatian dan memohon pencerahan.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang yang mengangguk sambil mendengarkan sesuatu, lebih cenderung berada dalam situasi ‘setuju’ terhadap ide atau pernyataanmu. Namun, jangan terlalu sering, karena akan merusak citra kita juga.

2. Diam dan dengarkanlah, jangan memotong pembicaraan!

Jangan mengoreksi orang lain ketika mereka melakukan kesalahan. Sebenarnya ada cara untuk menunjukkan ketidaksetujuan dan mengubahnya menjadi percakapan sopan.

Bukan berdebat, namun mendengarkan apa yang orang lain katakan dan berusaha untuk memahami bagaimana perasaannya. Baru kemudian membalasnya.

BACA JUGA: Peneliti Korea Ungkap Dampak Psikologis Negatif dari Over Penggunaan Ponsel

3. Memulai pembicaraan dengan penawaran, bukan langsung serangan

Mulailah sebuah pembicaraan dengan penawaran yang memungkinkan agar tidak bisa ditolak oleh lawan bicara.

Namun, jangan mulai dengan satu permintaan dan segera menyerang dengan penawaran yang lain. Psikolog menemukan bahwa jauh lebih efektif jika kamu menunggu satu atau dua hari untuk membuat permintaan kedua.

4. Ketika lelah, mintalah bantuan

Mintalah bantuan ketika kamu mulai benar-benar lelah. Ketika seseorang lelah, lebih rentan untuk meminta bantuan, entah itu pernyataan atau permintaan. Terkadang, orang-orang lelah bukan hanya tubuh fisik, mental seseorang juga bisa lelah. Orang lain akan membantu jika kamu memang benar-benar lelah.

5. “Melihat dengan kacamata orang lain”

Saat berkomunikasi dengan lawan bicara, cobalah untuk berbaur di lingkungannya. Misalnya dengan meniru perilaku orang lain, bahkan pola bicaranya.

Artinya, kita dapat melihat bagaimana gaya berkomunikasi orang lain sehingga dapat menemukan cara untuk memenangkan hatinya. Dalam hal ini, kita butuh kesabaran dan kepekaan. Singkatnya, empati.

BACA JUGA: Inilah Pengaruh Shalat Terhadap Psikologis Manusia

6. Jangan pelit jika menyanjung orang lain

Sudah pasti, sanjungan akan membuat orang lain merasa senang. Hal ini perlu kamu lakukan untuk menyenangkan hati orang lain.

Terlebih, saat lawan bicara melakukan sesuatu yang sudah berhasil. Namun, sanjungan ini harus masuk akal dan tidak dibuat-dibuat.

7. Panggil namanya, bukan panggil sebutannya

Gunakan panggilan nama atau jabatan seseorang ketika hendak memanggil atau berkomunikasi. Tergantung dengan kondisi, apakah lawan bicara lebih senang dipanggil dengan nama langsung atau jabatan yang didudukinya, misal memanggil sebutan ‘bos’ bagi atasan.

BACA JUGA: Situasi Perang, Berdampak pada Psikologis Anak-anak Suriah

Selain dengan perkataan yang lebih baik, kadangkala beberapa prinsip atau teori perlu kita amalkan pula. Agar hubungan kita dengan orang lain atau sebaliknya benar-benar baik. []

SUMBER: IDNTIMES

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline