fakta sakit flu
Foto: Science

70% Penderita Flu Sembuh Lebih dari Seminggu, Benarkah?

Ada statement bahwasannya 70% penderita flu baru bisa sembuh setelah satu minggu. Padahal bisa lebih cepat daripada itu. Dan apa hal yang menyebabkannya?

Berikut uraian Gary Rogg, MD, dari Montefiore Medical Center di New York untuk Anda, seperti dilansir Klikdokter.

1. Kurang istirahat

Tidur berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Studi yang dipublikasikan di Archives of Internal Medicine menunjukkan, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam berisiko 3 kali lipat lebih besar terserang flu dibandingkan mereka yang tidur 8 jam atau lebih.

Begitu Anda terserang flu, waktu pemulihan akan lebih lama jika Anda tidak mendapatkan istirahat yang cukup.

“Masyarakat secara umum tidak suka melihat Anda menghabiskan waktu di rumah dengan alasan sakit. Tapi saat Anda sakit, hal paling ideal yang perlu dilakukan adalah tinggal di rumah, menjauh dari orang-orang dan beristirahat,” tutur Rogg.

2. Tinjau asupan cairan!

Cairan juga berperan penting dalam proses pemulihan. Jika flu Anda tidak kunjung pergi, cobalah perbanyak konsumsi air atau jus.

Kurang cairan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan dehidrasi, khususnya karena kebutuhan air Anda meningkat saat sakit. Dalam kondisi tertentu, kurang cairan dalam sistem bisa memperpanjang gejala-gejala flu.

Karena itu, tambahlah konsumsi air Anda. Cairan ekstra yang Anda minum akan memungkin mucus yang terperangkap di hidung dan dada mengalir lebih lancar sehingga mengurangi kemampatan sistem.

3. Terlalu banyak decongestant (obat pengering)

Kesulitan nafas, khususnya saat tidur, akibat hidung mampat tentunya akan membuat Anda tergoda menggunakan decongestant (obat pengering).

Menurut Rogg, obat ini aman jika sedikit, tapi terlalu banyak justru akan memperburuk dan memperpanjang gejala-gejala flu Anda. Jika terlalu banyak, terang Rogg, obat ini akan menyerap air sehingga membuat Anda lebih mudah bernafas, tetapi memperbanyak mucus yang lengket di sinus.

Selain itu, terlalu banyak oral decongestant bisa menyebabkan tremor, peningkatan tekanan darah dan konstipasi.

4. Obat yang salah

Gejala-gejala flu biasa seringkali membingungkan karena hampir sama dengan gejala gangguan lain seperti infeksi sinus dan alergi. Banyak orang yang menderita flu selama berminggu-minggu tanpa menyadari kalau mereka mengobati penyakit yang salah.

Gejala flu biasanya terasa mulai dari leher dan mencapai puncaknya setelah beberapa hari. Sedang gejala alergi muncul perlahan-lahan dan cenderung bertahan. Meskipun alergi dan flu bisa menyebabkan batuk, hidung meler dan bersin, tetapi kedua penyakit ini bisa dibedakan dari gejala sakit otot, kelelahan dan penurunan selera makan, yang cenderung merupakan gejala flu.

Menurut Rogg, salah satu cara bagus membedakan flu dan alergi adalah dengan menggunakan antihistamine. “Jika Anda mengonsumsi Claritin dan tiba-tiba merasa lebih baik, maka kemungkinan besar Anda menderita alergi.”

5. Bergantung pada obat-obatan alternatif

Anda mungkin sudah mendengar berbagai klaim obat herbal/alternatif yang dinyatakan efektif meredakan gejala-gejala flu hanya dalam beberapa hari.

Tetapi, terang Rogg, Anda harus lebih berhati-hati karena hanya sedikit yang mempunyai manfaat nyata dan belum bisa diprediksi efek negatifnya.

6. Olahraga terlalu keras

Anda tetap bisa berolahraga selama flu, tetapi pastikan menurunkan intensitas. Berolahraga dengan intensitas tinggi bisa mengganggu imunitas Anda. Menurut Rogg, olahraga yang tepat saat flu adalah jalan kaki, bukan lari 5 mil. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *